Pemerintah Pacu Hilirisasi Sagu
Senin, 21 Agu 2023, 08:33 WIBJAKARTA - Pemerintah mendorong hilirisasi pangan lokal, salah satunya sagu dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Selain meningkatkan nilai tambah sagu, hilirisasi hasil komoditas lokal itu diharapkan dapat mengantisipasi krisis pangan dan mengurangi impor pangan.
"Dalam proses mendorong hilirisasi ini, Kemenperin bersama dengan pemerintah daerah memaksimalkan potensi asli daerah tersebut melalui pengembangan Sentra IKM Sagu dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK)," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sentra IKM Sagu Kepulauan Meranti telah empat kali mendapatkan alokasi DAK bagi pengembangan Sentra IKM Sagu selama 2016-2021 dengan total alokasi dana sebesar 41,9 miliar rupiah.
Reni mengemukakan penggunaan anggaran DAK di Sentra IKM Sagu Kepulauan Meranti, meliputi pembangunan gedung promosi sentra, gedung produksi, mesin produksi tepung sagu, hingga pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan instalasi pengolahan air gambut (IPAG).
"Kami melihat bahwa produksi tepung sagu kering dapat memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi ekosistem pelaku IKM pangan, seperti produsen mi sagu, kue kering, kerupuk, hingga berbagai jenis produk turunan pangan lainnya," tuturnya.
Dirjen IKMA menyatakan, sebelum berdirinya sentra tersebut, banyak petani maupun pemilik kilang sagu (pengolah batang sagu menjadi tepung sagu basah) yang menjual sagu basah ke luar negeri disebabkan lokasi Kepulauan Meranti yang berdekatan dengan negara Malaysia. Padahal, sagu basah itu masih memiliki harga jual yang rendah.
Karena itu, diperlukan adanya upaya agar sagu basah yang belum diolah itu tidak dijual ke negara tetangga, namun dapat diolah menjadi sagu kering yang memiliki lebih banyak nilai tambah.
Potensi Pertanian
Provinsi Riau merupakan penghasil sagu terbesar di Indonesia dengan total luas perkebunan sagu mencapai 61.689 hektare, di mana Kabupaten Kepulauan Meranti memproduksi sebesar 90 persen dari total hasil produksi sagu di Provinsi Riau atau setara 70 persen produksi sagu secara nasional. Potensi inilah yang harus dimaksimalkan mengingat adanya kebutuhan pangan yang dapat dipenuhi dan posisi Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di salah satu bagian terluar negara ini, ujar Reni.
Dalam pidato dihadapan MPR RI pada 16 Agustus lalu, Presiden Jokowi mendorong hilirisasi semua sektor, tak hanya komoditas mineral. Kata Presiden, selama ini, hilirisasi telah memiliki dampak ekonomi yang sangat besar karena banyak rantai pasok yang terlibat.
Pengamat Diversifikasi Pangan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Jakarta, Saptarining Wulan mengatakan, Indonesia memiliki banyak sumber pangan lokal yang jika dikembangkan akan menghasilkan banyak manfaatnya. "Kita harus andalkan pangan lokal, warisan nenek moyang kita dulu untuk menghadapi ancaman krisis pangan global. Itu juga untuk mengurangi impor pangan,"tegas Saptarining.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
BHR Ojol Rp220 Miliar Akan Diberikan untuk 850 Ribu Mitra, Cair Mulai H-14 Lebaran
-
Persib Temui Dubes Prancis Pererat Hubungan Negara Melalui Sepak Bola
-
Kasanga Festival 2026 Hadirkan Lomba Ogoh-Ogoh Spektakuler
-
Bonus untuk Atlet Peraih Medali pada Kejurnas Catur ke-50
-
Pemprov Kepri Evaluasi SOP Pelabuhan Usai Tugboat Terbalik di Batam
-
Tetap Bugar Saat Puasa: Ichitan Bagikan Kesegaran Thai Coco Water untuk Pejuang Mobilitas di 8 Kota Besar
-
Statistik Gila, Adames Menang Mutlak atas Williams, Akurasi Pukulannya Bikin Bergidik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.