Dokter Sarankan Pasien Skoliosis Lakukan Peregangan Otot
Senin, 21 Agu 2023, 23:13 WIBDokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang lulusan Universitas Indonesia dr Widyastuti Srie Utami, Sp. OT (K) menyarankan pasien skoliosis melakukan peregangan otot untuk mengurangi keluhan pegal pada punggung.
Skoliosis merupakan kondisi kelainan pada tulang belakang yang ditandai dengan bentuk seperti huruf C atau S.
"Stretching otot untuk pasien derajat ringan dan sedang. Kalau otot dilatih dengan olahraga yang sifatnya stretching pada pasien yang tidak perlu operasi maka kualitas hidup tidak terlalu terganggu oleh pegal," ujar dia di Jakarta, Senin.
Widyastuti menyarankan pasien menganggap peregangan ini sebagai sesuatu yang menyenangkan dengan bonus sehat sehingga tak menjadi beban. Dia lalu mencontohkan renang sebagai salah satu kegiatan yang bisa dipilih karena memiliki sifat meregangkan otot.
Renang juga termasuk olahraga yang menggerakkan otot dari berbagai arah. Dia membolehkan pasien melakukan gaya renang apapun yang dikuasainya.
Selain renang, kegiatan seperti yoga, pilates atau menari sembari mendengarkan musik juga bisa menjadi pilihan pasien demi mengurangi pegal pada punggungnya.
"Prinsipnya stretching otot, bukan jenis olahraganya tetapi jenis gerakan. Olahraga yang bagus yakni olahraga yang melatih otot salah satunya renang, atau bulutangkis," tutur Widyastuti.
Sebaliknya, pasien skoliosis dan memiliki masalah tulang belakang pada umumnya tak disarankan mengangkat beban terlalu berat karena membuat bantalan tulang belakang lebih cepat aus.
Menurut Widyastuti, tidak ada suatu aktivitas yang menyebabkan tulang belakang menjadi melengkung secara struktural. Dengan kata lain, sambung dia, melengkungnya tulang belakang pada skoliosis sesuai kemauan tulang belakang.
"Yang ada melengkung tidak struktural karena postural saja. Pasien sering tanya anak bawa ransel berat ke kanan takut tubuh bengkok ke kanan? Tidak. Mau bawa ransel berat di kanan tidak akan membuat tubuh bengkok," kata dia.
Namun, aktivitas yang dilakukan dengan posisi tubuh tidak ergonomis, dilakukan monoton atau berat berlebihan menyebabkan badan atau ototnya lebih capek.
Berita Terkait:
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.