Mencerna Petunjuk The Fed
📅 Jumat, 18 Agu 2023, 11:22 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik melemah jelang akhir pekan ini. Pelemahan rupiah dipicu penguatan indeks dollar AS usai rilis risalah rapat dewan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada Juli lalu.
Dollar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (16/8) waktu New York, AS atau Kamis (17/8) pagi WIB, karena risalah terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih menganggap inflasi tinggi sebagai ancaman yang berkelanjutan dan mereka dapat memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
"Meskipun ada tanda-tanda kemajuan inflasi, itu tetap jauh di atas target 2,0 persen mereka," demikian sebagian rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 25-26 Juli lalu.
Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,22 persen menjadi 103,4350 pada akhir perdagangan. Penguatan ini berpitensi menekan pergerakan rupiah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Rabu (16/8), ditutup menguat 0,39 persen atau 60 poin dari sehari sebelumnya menjadi 15.282 rupiah per dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Analis pasar mata uang Lukman Leong menyatakan aksi profit taking (ambil untung) yang dilakukan investor dengan melepas dollar AS dalam mengantisipasi risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada malam ini, berimbas pada penguatan rupiah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!