• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Air Purifier Dinilai Bisa ...

Air Purifier Dinilai Bisa Cegah Polusi Udara dalam Ruangan

Minggu, 13 Agu 2023, 09:06 WIB

JAKARTA - Ketua Bidang Redaksi Majalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp. PKR, Subps. PKL, M.Pd.Ked., menilai air purifier(alat pemurni udara) bisa membantu mencegah polusi udara di dalam ruangan.

"Air purifier gunanya untuk mencegah polusi udara di dalam ruangan dan memang itu bisa membantu," kata Feni, Jumat (11/8).

Saat ini, kadar polusi udara di Indonesia telah melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan sehingga perlu cara untuk mendapatkan udara sehat, khususnya di dalam rumah.

Air purifier merupakan alat pemurni udara yang digunakan untuk mendapatkan udara sehat di dalam rumah. Alat tersebut bekerja dengan cara menyedot udara ke dalam penyaring, kemudian disalurkan kembali menjadi udara dengan kualitas bersih.

Fenimengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan air purifier, salah satunya adalah kapasitas pemakaian dan besarnya ruangan yang dapat disaring oleh alat tersebut.

"Untuk perawatannya, menggunakan filter air purifier harus mendapat perhatian (rajin dibersihkan)," kata Feni.

Selain menggunakan air purifier, dia juga menyarankan untuk melakukan cara lain agar udara di dalam ruangan tidak terkontaminasi polusi dari luar ruangan. Hal terpenting adalah tidak menambah polusi udara dalam ruangan, seperti merokok atau menyalakan lilin dengan residu asap berlebihan.

"Kalau di luar polusi udaranya buruk, tidak membuka jendela ruangan," kata Feni.

Jika tidak memiliki air purifier, dokter lulusan dari Universitas Indonesia tersebut menyarankan untuk menggunakan kipas angin khusus exhaust fan. Kipas angin tersebut bekerja dengan menyegarkan udara kotor di dalam ruangan dan menggantinya dengan udara bersih.

Feni juga menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan, sayur, buah, dengan kandungan vitamin untuk membuat tubuh tetap sehat, meskipun kerap terpapar oleh polusi udara. Meskipun tidak bekerja secara langsung untuk menangkal polusi udara, sumber makanan tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak rentan terkena faktor risiko penyakit akibat polusi udara.

"Balik lagi ke pola hidup bersih sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat," kata Feni.


Ket. Foto: Arsip foto - Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). — Sumber: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.