Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ASEAN Perlu Kumpulkan Dana Bersama untuk Berantas Illegal Fishing

📅 Minggu, 06 Agu 2023, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tanpa mengetahui secara pasti dampak dari IUU fishing, baik dari segi biaya ekonomi maupun dampak nonekonomi, akan sulit untuk mencapai solusi praktis karena tidak adanya kesamaan indikator yang bisa digunakan untuk mengukur total kerugian.

Kepentingan nasional yang tak sejalan

Setiap negara anggota tentu memiliki kepentingan nasional masing-masing, sehingga sulit untuk fokus pada kepentingan regional.

ASEAN telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penangkapan ikan secara ilegal dan kegiatan kriminal lainnya yang terkait dengan IUU fishing. Hal ini termasuk membuat pedoman untuk mencegah masuknya ikan dan produk perikanan yang bersumber dari penangkapan ilegal ke dalam rantai pasokan perikanan pada 2015.

Namun, kesepakatan regional bisa kurang bertaji, terutama ketika hal tersebut bertabrakan dengan kepentingan nasional masing-masing negara anggota.

Sebagai contoh, masih ada kapal ikan asal vietnam yang menangkap Ikan di perairan kaya sumber Natuna, Indonesia, meski kedua negara telah menuntaskan diskusi intensif mengenai batas ZEE yang berlangsung hingga 12 tahun pada Desember 2022. Selain itu, temuan dari Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) menunjukkan adanya dugaan bahwa kapal penjaga perairan Vietnam melindungi kapal perikanan mereka yang melaut di Indonesia. Hal ini menunjukkan lemahnya komitmen terhadap kesepakatan yang sudah dibuat.

Pemantauan dan penjagaan laut teritorial membutuhkan anggaran yang berbeda di setiap negara. Ini menyebabkan setiap anggota ASEAN hanya menjalankan dan mengutamakan kepentingan nasionalnya.

ASEAN membutuhkan rencana aksi yang konkret, termasuk menciptakan dana bersama IUU fishing yang dapat digunakan untuk mengembangkan rencana kerja regional dalam memberantas praktik penangkapan ikan ilegal, dan membantu mengongkosi pemantauan dan penjagaan areal laut di kawasan.

Merancang skema dana bersama ASEAN

Kurangnya komitmen untuk mengumpulkan sumber daya di antara negara-negara anggota bisa jadi penyebab lambatnya progres dalam memerangi penangkapan ikan ilegal di kawasan.

Meski telah ada perjanjian untuk memerangi masuknya ikan dan produk perikanan ilegal dalam rantai pasok, tanpa adanya kewajiban keuangan, dampak dari kesepakatan ini akan sangat terbatas.

Kehadiran dana bersama kawasan berpotensi menjembatani kepentingan nasional yang saling tumpang tindih di antara negara-negara ASEAN.

Dengan mengikat anggota melalui komitmen keuangan, solusi yang ditawarkan tidak akan terlalu berpusat pada negara dan lebih fokus pada tindakan yang perlu dilakukan pada tingkat regional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.