Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ibu Menyusui Rentan Terkena Depresi Postpartum, Kenali Gejalanya

📅 Jumat, 04 Agu 2023, 14:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ibu Menyusui Rentan Terkena Depresi Postpartum, Kenali Gejalanya Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi depresi postpartum.

JAKARTA - Dokter spesialis kandungan dan kebidanan dr. Ulul Albab, SpOG mengajak para ibu untuk mengenali gangguan depresi berat setelah melahirkan atau postpartum depression sehingga memungkinkan untuk melakukan pencegahan sejak dini.

"Tidak semua ibu itu happy saat melahirkan ini yang harus kita pahami bersama. Kalau kita lihat bahwa sebenarnya depresi postpartum merupakan tanda dari gejala depresi mayor," ujar dokter yang juga sekretaris jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu dalam diskusi daring, Kamis (3/8).

Postpartum depression adalah kondisi depresi berat yang terjadi pada 4-6 minggu setelah melahirkan, bahkan dapat terjadi hingga 1 tahun setelah melahirkan.

Kondisi postpartum depression bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti trauma saat persalinan, gangguan psikologis saat kehamilan, hingga berbagai masalah dalam hidup yang dapat mempengaruhi kondisi mental.

"Mungkin ada faktor trauma terkait dengan nyeri trauma saat proses persalinannya atau mungkin memang sebelum terjadinya kehamilan itu terjadi proses yang mempengaruhi faktor psikologisnya," kata Ulul.

"Atau ada masalah-masalah yang terjadi saat kehamilan mulai dari faktor ekonomi, hubungan dengan suami, hubungan dengan orang tua, atau tidak siap membesarkan anak karena terjadi (kehamilan) pada masa remaja," tambahnya.

Ibu yang mengalami postpartum depression akan mengalami depresi berat yang menyebabkan hilangnya ketertarikan dalam beraktivitas, mudah marah, gangguan nafsu makan dan tidur, agitasi fisik, tubuh melemah, merasa putus asa dan tidak berguna, sulit berkonsentrasi, bahkan yang terburuk yaitu berpotensi menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Selain pada ibu, Ulul menjelaskan, kondisi postpartum depression juga dapat memberikan dampak kepada bayi berbagai aspek baik kognitif, psikologi, neurologi, dan motorik. Bayi juga akan menjadi lebih rewel sebagai respon untuk mencari dan mendapatkan perhatian ibunya.

Psikolog klinis dari Rumah Sakit UMMIBogor, Nuran Abdat, M.Psi, yang turut hadir dalam diskusi tersebut memaparkan bahwa angka kejadian gangguan mental pada ibu di negara berkembang memiliki rata-rata terbobot 15,6 persen saat hamil dan 19,8 persen saat melahirkan.

"Untuk di Indonesia sendiri tercatat sekitar 22,4 persen ibu mengalami depresi setelah melahirkan," tambah Nuran yang juga berpraktik di Brawijaya Clinic Kemang.

Dia menyebutkan kondisi postpartum depression dapat diatasi dengan mengedukasi diri mengenai kondisi psikologis dan fisiologis saat kehamilan serta upaya menempatkanstressordengan bijaksana.

Selain itu depresi berat juga bisa dicegah dengan melakukan latihan relaksasi seperti latihan pernapasan atau meditasi untuk menenangkan pikiran serta meningkatkan komunikasi dan kegiatan bersama pasangan.

Nuran juga menganjurkan untuk turut serta dengan kelompok dukungan ibu hamil guna mendapatkan wawasan terkait masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.