Luksemburg, Kota Benteng di Jantung Eropa
📅 Jumat, 28 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/ ludovic MARIN
Berada di wilayah berbatu, Luksemburg berbatasan dengan banyak negara. Agar terhindar dari serangan musuh, kota ini dibentengi selama hampir 1000 tahun.
Luksemburg (Luxembourg) adalah sebuah negara kecil di Eropa. Negara ini berbatasan dengan Belgia di utara, Jerman di sebelah barat, dan Prancis di sebelah timur. Luas wilayah ini mencapai 2.586 kilometer persegi atau lebih kecil dari dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki luas 3.185,80 kilometer persegi.
Pada 963 masehi, seorang pangeran bernama Siegfried berkuasa di Luksemburg. Ia adalah keturunan dari Charlemagne yang diperoleh dari Biara St Maximin di Trier, sebuah tanjung berbatu yang menjorok ke lembah Sungai Alzette.
Menurut akta yang mencatat dalam transaksi, sebuah benteng kecil bernamaLucilinburhucterletak di sana pada waktu itu yang kemungkinan berasal dari era Romawi. Dari banteng ini nama Luksemburg pertama kali muncul dalam sejarah. Ketika Luksemburg berkembang menjadi sebuah kota dan negara yang lebih besar, nama itu tetap digunakan.
Menurut legenda, Count Siegfried akan menikah dengan Melusina, putri duyung yang menjadi bagian dari cerita rakyat Eropa dan menghilang di bawah gelombang Alzette. Entah itu legenda atau bukan, Siegfried hadir tepat pada kelahiran Wangsa Luksemburg. Wangsa ini adalah sebuah dinasti yang selama abad ke-14 dan paruh pertama abad ke-15, melahirkan empat kaisar dan empat raja di Bohemia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanjung berbatu yang diperoleh Siegfried memiliki kepentingan strategis. Tempat ini kemudian dibentengi agar terhindar dari ancaman musuh. Selama hampir seribu tahun, Luksemburg menjadi kota benteng (fortress city) sebelum dibongkar pada 1867.
Luksemburg tidak pernah menjadi kota besar. Ada 5.000 jiwa populasi pada awal abad ke-14, lalu meningkat menjadi 8.500 jiwa pada akhir abad ke-18. Pada Perang Dunia I, jumlahnya mencapai 46.500 jiwa. Saat ini berdasarkan sensus 2022 populasinya mencapai 662.397 jiwa.
Siegfried membangun benteng yang sebenarnya. Ksatria dan tentara ditempatkan di sana, sementara pengrajin dan pedagang menetap di sekitar, kelompok pertama di atas singkapan berbatu dan yang lainnya di bawahnya. Dari sini terciptalah perbedaan antara kota atas dan kota bawah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seseorang tidak dapat berbicara tentang kota yang layak sampai paruh kedua abad ke-12, ketika kota itu dikelilingi oleh sisa-sisa batu. Kota-kota tertentu berhutang asal-usulnya ke tempat perlindungan agama, biara, jalur sungai, atau persimpangan jalan.
Sejak tahun 963, ketika Count Siegfried memperoleh sebuah wilayah berupa semacam tanjung (promontory) berbatu yang menjorok ke lembah Sungai Alzette yang sejak akhir Abad Pertengahan disebutLe Boucatau The Block. Tidak diragukan lagi telah menetapkan kriteria strategis.
Lokasi tersebut memberi Siegfried benteng yang mengagumkan. Di sekitarnya terbentuk sedikit demi sedikit sebuah area dibangun yang baru pantas disebut kota sekitar dua abad kemudian. Menjelang pertengahan abad ke-12, tempat ini dikelilingi oleh benteng-benteng besar.
Tekanan demografis pada abad ke-14 menyebabkan perluasan kota ke arah Barat, dengan pembangunan benteng baru. Daerah perkotaan berubah dari 5 menjadi 23 hektare. Tetapi perlu menunggu hingga akhir abad ke-19 untuk melihat kota itu akhirnya melewati "penghalang" sisa-sisa yang dibuat sendiri pada abad ke-14.
Pembentengan yang dilakukan meniru banyak kota pada Abad Pertengahan. Di tiga sisi yaitu arah selatan, timur, dan timur laut dikelilingi oleh lembah yang dalam di Sungai Petrusse dan Sungai Alzette. Sedangkan di sisi yang membuka ke daratan, ke barat dan barat laut, terdapat sisa-sisa benteng yang menjadi penghalang akses.
Kota itu tidak menyerah pada pengepungan sebelum tahun 1443, tanggal ketika Philip, Adipati Burgundia, merebutnya secara tiba-tiba. Era baru dimulai untuk Luksemburg, yang telah diangkat ke status Kadipaten pada 1354. Status ini diintegrasikan ke dalam wilayah Belanda dan ditarik bersama mereka ke dalam duel yang dilakukan oleh Valois-Bourbon dan Habsburg selama abad ke-17, dan ke-18.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!