Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, Pemuda dari Sejumlah Negara Sahabat Belajar Tari Banyuwangi

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Pemuda dari Sejumlah Negara Sahabat Belajar Tari Banyuwangi Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Para peserta program BSBI berlatih tari tradisional di Sanggar Langlang Buana di Banyuwangi, Jawa Timur (27/7/20023).

Banyuwangi - Keren, sembilan pemuda dari sejumlah negara sahabat mempelajari tarian asli Banyuwangi selama mengikuti program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Sejak Juni 2023, mereka berlatihtariPaju GandrungdanSeblang Bakungan,serta belajar memainkan alat musik gamelan di Sanggar Langlang Buana di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Kami berlatih sekitar enam kali dalam seminggu, bergantian antara menari dan bermain gamelan," kata Deena Kiswoyo, salah satu peserta program BSBI dari Australia, di Banyuwangi pada Kamis.

Meskiharus mempelajari hal baru yang dianggap cukup menantang, tetapi para pemuda dari berbagai negara itu mengaku antusias dan bersemangat untuk mempelajari kesenian Indonesia.

"Memang cukup menantang karena saya tidak punya latar belakang tari sebelumnya, tetapi teman-teman dan pelatih membantu saya untuk mengatasi kesulitan dan terus belajar mengembangkan diri untuk berlatih keterampilan tradisional ini," ujar Yasmin Bidadari Middleton, yang juga warga Australia.

Selain keduanya, peserta program BSBI yang ditempatkan di Banyuwangi berasal dari India, Malaysia, Filipina, Kazakhstan, Rusia, Timor Leste, dan Indonesia.

Menurut pelatih tari Ratna Dwi Astuti dariSanggar Langlang Buana, para pemuda itu memiliki semangat yang luar biasa untuk mempelajari tari dan musik tradisional Indonesia.

Bahkan, mereka bisa menyelesaikan materi untuk dua tarian dan satu lagu hanya dalam waktu satu bulan, katanya.

"Semangat mereka luar biasa, itu yang meringankan tugas kami sebagai pelatih. Mereka juga cepat sekali menyerap materi yang kami ajarkan," tutur Ratna.

Dia mengakui bahwa bahasa sempat menjadi kendala dalam berkomunikasi dengan para peserta, tetapi seiring waktu berjalan, mereka bisa saling belajar.

Dengan tinggal dan berlatih kesenian Indonesia di Banyuwangi, para peserta menjadi lebih mengenal Bahasa Indonesia dan bisa mempraktikannya dalam keseharian mereka.

"Kebetulan ada satu peserta dari Indonesia, jadi dia juga sering membantu kami untuk saling berkomunikasi," tutur Ratna.

Melalui program BSBI, Ratna berharap para peserta bisa "membawa pulang" materi dan pelajaran yang mereka peroleh selama berada di Banyuwangi, untuk diperkenalkan dan disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat di negara asal mereka masing-masing.

BSBI dicetuskan pada 2003 sebagai komitmen Indonesia dalam forum South West Pacific Dialogue(SWPD). Saat itu, BSBI diberikan kepada 12 peserta dari enam negara anggota SWPD yaitu Australia, Fiji, Papua Nugini, Timor Leste, Filipina, dan Indonesia sendiri.

Sampai 2022, BSBI telah diikuti oleh 1.024 peserta dari 83 negara.

Tahun ini BSBI diikuti oleh 45 peserta dari 34 negara dan bertemakan"Indonesia, Home of Diversity".Tema itubertujuan untuk memberikan gambaran bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya daerah.

Para peserta dibagi ke lima sanggar seni yang merupakan mitra BSBI, yakni Sanggar Tari dan Musik Syofyani (Padang), Gubang Art Community (Tenggarong, Kutai Kartanegara), Sanggar Ayodya Pala (Jakarta), Sanggar Seni Semarandana (Bali), serta Sanggar Langlang Buana (Banyuwangi).

Kurikulum pelatihan BSBI 2023 mencakup seni tari, seni musik, dan seni kriya. Para peserta juga akan diajak berkunjung ke berbagai situs budaya, sejarah dan pariwisata, serta terlibat dalam kegiatan budaya masyarakat setempat.

Para alumni BSBI diharapkan dapat menjadi "Friends of Indonesia",yang dapat membantu mempromosikan seni budaya serta potensi dan nilai unggul Indonesia di mancanegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.