Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin Mendatang Harus Mampu Tingkatkan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Rakyat

📅 Rabu, 26 Jul 2023, 01:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Hukum Harus Ditegakkan

Hal yang tidak bisa dipungkiri dari kepemimpinan Presiden Jokowi adalah dalam sejarah belum pernah ada menteri berkuasa ditangkap karena korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan.

"Jangan dipolitisasi, tapi lihat fakta hukumnya memang korupsi," katanya.

Jokowi luar biasa. Belum pernah ada Presiden yang izinkan menteri aktifnya diperiksa aparat hukum. Itu karena presiden berprinsip hukum harus ditegakkan demi keadilan.

"Beliau sudah menunjukkan pejabat tertinggi mana pun kalau korupsi, ya kena tindakan hukum," katanya.

Selain pemerataan dan penegakan hukum, gaya kepemimpinan Jokowi yang juga harus ditiru pemimpin baru ke depan adalah tekadnya untuk terus berkeliling di seantero Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Meskipun terlihat melelahkan, tapi Jokowi ingin mendengar sendiri apa yang diinginkan rakyat.

"Pemimpin di masa depan harus mampu melakukan hal seperti itu. Kalau mau sukses, dia harus melampaui pencapaian yang telah ditorehkan Jokowi. Capres yang ada sekarang apa sudah siap dan mampu seperti Jokowi? tanya Siprianus.

Dia mengakui, terlepas dari banyak pencapaian Presiden Jokowi, sebagai manusia memang pasti punya keterbatasan sehingga masih banyak hal yang harus dibereskan, seperti pangan, energi, dan keuangan negara, serta mengurangi impor dan memacu produksi nasional. "Capres harus becermin dari yang Jokowi lakukan. Kalau tidak bisa seperti itu, jangan ngoyo untuk berkuasa," katanya.

Berbuat Lebih Baik

Meski tinggal satu setengah tahun lagi berkuasa, Jokowi diyakini masih bisa berbuat lebih baik dan menyelesaikan tugasnya dengan prestasi yang luar biasa. Pencapaian itu bukan hanya dilihat rakyat Indonesia, tapi juga komunitas global. Jokowi bukan melakukan pencitraan, tapi pencapaiannya sesuai fakta. Uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung misalnya, banyak menuai pujian dan diberitakan luas oleh media di luar negeri.

"Jokowi tinggal menyelesaikan beberapa tantangan lagi seperti pangan dan kepastian hukum, sehingga Indonesia dinilai investor sebagai negara yang aman untuk berinvestasi," katanya.

Menurut Siprianus, Presiden Jokowi selama ini memang harus menghadapi koalisi partai politik yang memberatkan langkahnya karena kepentingan partai sering memberatkan visi negara dan visi Presiden. "Mau yang jangka pendek maupun yang jangka panjang dirusak oleh oligarki dan kronisme, padahal misi jangka panjang itu adalah misi untuk rakyat," katanya.

Sementara itu, pengamat politik sekaligus Wakil Rektor III, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan Indonesia perlu sosok pemimpin yang mengedepankan prinsip pemerataan ekonomi karena memang pembangunan ekonomi harus sejalan dengan sila kelima Pancasila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.