Pendampingan Penting untuk Majukan UMKM
Senin, 24 Jul 2023, 08:55 WIBSOLO - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menyebut perlu dilakukan pendampingan untuk kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri.
Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro Kemenkop dan UKM RI Sutarmo pada acara workshop UMKM Anti Nanggung yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha Kalbe Consumer Health dengan brand Mixagrip, di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/7), mengatakan pendampingan perlu dilakukan untuk pemberdayaan pelaku UMKM.
Menurut dia, UMKM didominasi oleh kelas usaha mikro, yakni sekitar 64 juta pelaku usaha mikro atau 99,62 persen dari total UMKM yang ada.
Dia mengatakan pendekatan untuk menaikkan kelas atau meningkatkan pendapatan UMKM tidak bisa dengan mengembangkan per entitas bisnis pelaku usaha, tetapi dengan pendekatan kemitraan.
Dengan demikian, katanya lagi, dapat tercapai peningkatan kelas yang selanjutnya mampu memberikan nilai tambah untuk UMKM di Indonesia.
"Untuk memenuhi hal tersebut, pelaku usaha mikro perlu didorong melalui kegiatan pendampingan atau workshop, seperti kegiatan yang dilaksanakan Mixagrip saat ini. Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Kalbe Farma untuk mendukung pemberdayaan UMKM di Indonesia," katanya.
Sementara itu, pemberdayaan UMKM tersebut juga termasuk memahami manajemen risiko dalam dunia UMKM, khususnya terkait kesehatan para pekerja UMKM.
Wakil Sekretaris II Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Telogo Wismo Agung Durmanto mengatakan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dengan gejala seperti flu, batuk, dan demam di Indonesia masih cukup tinggi.
Meski demikian, menurut dia, penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit yang self limiting disease atau dapat sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang cukup baik. Salah satu upaya pencegahan yang perlu dilakukan adalah tata laksana dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta swamedikasi.
Gizi Berimbang
Dia menegaskan PHBS dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, menjaga kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker.
Sedangkan swamedikasi merupakan upaya konsumsi obat yang dapat dilakukan secara mandiri dengan tujuan mengurangi keluhan.
"Misalnya, obat-obatan yang terkombinasi untuk mengurangi gejala flu dan batuk. Dilengkapi dengan konsumsi vitamin untuk memenuhi kebutuhan gizi mikro tubuh," katanya lagi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tutup Celah Shadow AI, Saviynt Luncurkan Solusi Keamanan Identitas Pertama untuk Agen AI Otonom
-
Apindo: Resiliensi Industri Kunci Bertahan dari Dampak Konflik Timur Tengah
-
Kampanyekan Nabung Saham pada 4.000 Karyawan Jamu Ternama di Indonesia
-
Hati-hati! "Lubang Maut" Kedalaman 3 Meter Muncul di Cipayung, Jalur Jaktim-Bekasi Putus Total
-
Cedera Gnabry Jadi Pukulan Bayern di Tengah Perburuan Treble Winners
-
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo Ingin Festival Bedug Tetap Jadi Tradisi Ramadan di Jakarta
-
Antisipasi Tawuran dengan Meningkatkan Patroli di Wilayah Jatinegara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.