Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberdayaan Warga, Banyuwangi Berikan Pendampingan Usaha Istri Nelayan Saat Paceklik Ikan

📅 Senin, 17 Jul 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberdayaan Warga, Banyuwangi Berikan Pendampingan Usaha Istri Nelayan Saat Paceklik Ikan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi
Ket. Perahu nelayan Banyuwangi, Jatim, ditambatkan.

Banyuwangi - Pemberdayaan warga. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memberikan pendampingan kepada istri para nelayan untuk mengembangkan usaha ketika nelayan sulit mendapatkan tangkapan ikan yang disebabkan perubahan iklim atau musim paceklik.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengemukakan bahwa pendampingan terhadap istri nelayan saat ini tengah berjalan pada kelompok istri nelayan di empat kecamatan, yakni diBlimbingsari, Muncar, Tegaldlimo, dan Kecamatan Pesanggaran.

"Masing-masing kelompok istri nelayan memiliki produk usaha yang berbeda-beda. Namun, keseluruhannya tak lepas dari hasil olahan produk laut," kata Rachman di Banyuwangi, Minggu.

Menurut dia, istri nelayan di Kecamatan Blimbingsari diberi pendampingan membuat produk olahan ikan bakar, sedangkan di Muncar, mereka membuat produk berbagai jenis kerupuk ikan.

Di Kecamatan Tegaldlimo, para istri nelayan membuat olahan dari siput laut dan di Pesanggaran para istri nelayan membuat abon berbahan dasar ikan laut.

Saat ini, kata Rachman, Dinas Perikanan setempat terus berupaya untuk menjangkau lebih luas program pemberdayaan kepada istri nelayan, termasuk daerah-daerah pesisir lainnya akan dijangkau secara bertahap.

"Ada lima kecamatan lain yang masih perlu untuk disentuh. Seperti di Banyuwangi, Kalipuro, Wongsorejo, Kabat, dan Purwoharjo. Kami masih susun dan rancang untuk pelaksanaannya," kata dia.

Rachman menambahkan, kondisi ekonomi keluarga nelayan sangat ditentukan oleh hasil tangkapan ikan. Saat ikan melimpah, pundi-pundi yang bisa dibawa pulang juga cukup banyak.

Sementara saat musim paceklik tiba, pemasukan sebagian nelayan nyaris tak ada. Untuk itu, para istri nelayan didampingi untuk membuat produk berkualitas dan memasarkan-nya.

"Dengan demikian, mereka masih akan memiliki penghasilan meski saat musim paceklik. Konsep pemberdayaan istri nelayan memang bertujuan agar mereka masih bisa berpenghasilan meskipun kondisi paceklik ikan," ujar Rachman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.