Vaksin DBD Resmi Beredar, Bisakah Indonesia Bebas Demam Berdarah?
📅 Jumat, 14 Jul 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSecara keseluruhan, DBD tetap menjadi tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat di Indonesia.
Kita butuh upaya terpadu, termasuk peningkatan pengendalian vektor, peningkatan deteksi dan perawatan kasus serta peningkatan cakupan vaksinasi untuk mengatasi penyakit ini.
Lebih dekat dengan vaksin dengue
Vaksin dengue dihasilkan dari riset intensif dan panjang yang meliputi aspek biomedik, bioteknologi, dan imunologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap dosis vaksin berisi antigen yang memicu sistem imun untuk menghasilkan antibodi melawan virus dengue (Gambar 2). Dengan begitu, individu yang divaksinasi akan memiliki pertahanan lebih baik terhadap serangan virus.
Secara teoritis, vaksinasi dengue skala luas di Indonesia akan berdampak pada penurunan kasus DBD secara signifikan. Akan tetapi, realisasi tersebut membutuhkan cakupan vaksinasi yang tinggi, yaitu antara 42-86% di seluruh populasi, dan efektivitas vaksin yang berkelanjutan.
Vaksin QDENGA® adalah vaksin dengan platform live attenuated tetravalent dengue vaccine (TDV) alias virus hidup yang dilemahkan..
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada empat galur virus dengue dengan berbagai serotipe (variasi yang berbeda dalam suatu virus). Galur-galur tersebut yaitu (1) galur virus dengue serotipe 2 (TDV-2), (2) rekombinan galur virus dengue serotipe 2/1 (TDV-1), (3) rekombinan galur virus dengue serotipe 2/3 (TDV-3), dan (4) rekombinan galur virus dengue serotipe 2/4 (TDV-4). Vaksin ini tersusun dari empat galur ini.
Salah satu yang penting pada pengembangan vaksin adalah efikasi (keampuhan).
Efikasi vaksin QDENGA® dilaporkan oleh data studi klinik fase 3 dan didukung data imunogenisitas studi klinik fase 2 dan fase 3. Efikasi Vaksin QDENGA® untuk pencegahan demam berdarah secara keseluruhan sebesar 80,2%. Sementara efikasinya untuk mencegah keparahan dengan perawatan intensif (hospitalisasi) akibat virus dengue sebesar 95,4%.
Vaksin ini menunjukkan efikasi yang baik pada subjek dengan sero-positif (memiliki antibodi terhadap virus dengue) maupun subjek dengan sero-negatif (belum memiliki antibodi terhadap virus dengue).
Berdasarkan analisis terhadap data keamanan dari studi klinik fase 1-3 pada usia 6 hingga 45 tahun, vaksin QDENGA® secara keseluruhan aman dan dapat ditoleransi dengan baik.
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) atau efek samping yang dilaporkan umumnya bersifat ringan hingga sedang. Pada laporan yang telah dirilis, efek samping ringan yang timbul meliputi pembengkakan yang bersifat sementara (hilang dalam 1-3 hari setelah pemberian vaksin), bercak kemerahan, dan nyeri pada titik injeksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!