Pompeii, Kota Resor yang Terkubur Material Gunung Api
📅 Jumat, 14 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoEnam belas tahun setelah gempa tersebut, pada bulan Agustus atau Oktober tahun 79 M, sejumlah gempa kecil mengguncang wilayah Pompeii. Orang-orang di sana mengabaikan gempa. "Tidak terlalu mengkhawatirkan (gempa) karena sering terjadi di Campania," menurut penulis dan saksi mata Pliny the Younger.
Kemudian, tidak lama setelah tengah hari pada hari yang menentukan itu, Gunung Vesuvius kembali meletus. Ledakan itu mengirimkan segumpal abu, batu, dan gas vulkanik yang sangat panas ke langit sehingga orang bisa melihatnya dari jarak ratusan kilometer.
Pliny the Younger, yang menyaksikan letusan dari seberang Teluk Napoli, membandingkan awan dengan ukuran dan penampilan yang tidak biasa. "Ini setara dengan pohon pinus yang menjulang tinggi pada semacam batang dan kemudian membelah menjadi cabang-cabang," kata dia.
Saat ini, ahli geologi menyebut jenis ledakan vulkanik ini sebagai letusan Plinian. Letusan tipe ini terjadi ketika magma yang sangat kental dengan kandungan gas tinggi menyemburkan material letusan hingga mencapai stratosfer. Dampaknya menyebabkan perubahan iklim secara global, seperti pada kejadian letusan Tambora tahun 1815.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat mendingin, menara puing ini melayang ke Bumi: pertama abu berbutir halus, lalu bongkahan ringan batu apung dan batuan lainnya. Itu menakutkan. "Saya percaya saya binasa bersama dunia dan dunia bersama saya, tetapi itu belum mematikan," tulis Pliny.
Kebanyakan orang Pompeii punya banyak waktu untuk melarikan diri, dan banyak di antara mereka yang melakukannya. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!