Mudahkan Bina Diri Anak Berkebutuhan Khusus, Karya Mahasiswa UNY Sabet Emas LIDM
📅 Jumat, 14 Jul 2023, 21:17 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
YOGYAKARTA - Peserta didik dengan hambatan intelektual merupakan anak yang memiliki keterbatasan dalam berpikir. Keterbatasan tersebut mengakibatkan peserta didik mengalami permasalahan dari beberapa aspek, salah satunya aspek bina diri.
Pembelajaran yang diberikan ditekankan pada aspek bina diri (activity daily living) agar peserta didik dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Oleh karenanya sekolah sudah seharusnya memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran bina diri pada seluruh anak yang memiliki hambatan.
Menurut siaran persnya, hal ini membuat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang alat pengembangan diri self-determination mat berbasis ESP-32 yang mudah dipahami dan digunakan. Mereka adalah Tarangga Rizal Ramadhan (Teknik Industri), Yanuar Agung Fadlullah (Pendidikan Teknik Mesin), Sahid Ramandhani (Pendidikan Teknik Elektronika) dan Sifa Nurazijah (Pendidikan Luar Biasa) yang tergabung dalam Tim Sugeng Riyadi.
Menurut Tarangga Rizal Ramadhan, pembelajaran yang ditujukan bagi peserta didik dengan hambatan intelektual perlu menyesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, maupun hambatan yang dialami baik dari segi akademik maupun non-akademik.
"Contoh kasus yang pernah terjadi yaitu peserta didik belum mampu buang air secara mandiri, baik dalam proses mengkomunikasikannya maupun proses tahapan yang harus dilakukan ketika buang air yang ditunjukkan dengan peserta didik buang air di kelas," katanya, Jumat (14/7) di UNY.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan pembiasaaan pelatihan pembinaan diri baik menggunakan sebuah media teknologi pembelajaran di mana dapat membantu guru untuk mengajarkan pembinaan diri kepada anak tersebut.
Pembuatan media ini dirancang seunik dan sesederhana mungkin agar lebih mudah dipahami dan digunakan baik dari peserta didik maupun tenaga pendidik. Hal tersebut dimaksudkan anak hambatan intelektual tersebut dapat dengan mudah memahami apa yang terdapat di media dan mempraktekkannya.
Yanuar Agung Fadlullah menambahkan media yang dikembangkan tidak hanya sederhana dan menarik, namun perlu adanya antisipasi bahaya yang akan terjadi pada pengguna yaitu anak hambatan intelektual. Penggunaan alat-alat yang menggunakan kabel akan membahayakan peserta didik bila digunakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami gunakan teknologi mikrokontroler ESP-32 ini untuk media yang kami buat," ungkap Yanuar.
Mikrokontroller ini merupakan mikrokontroler SoC (System on Chip) terpadu dimana dilengkapi wifi 802. 11/b/g/n/, bluetooth versi 4.2, dan berbagai peripheral. EPS0 32 merupakan suatu chip yang cukup lengkap dimana terdapat prosesor, penyimpanan dan akses pada GPIO (General Purpose Input Output).
ESP -32 bisa digunakan dalam rangkaian pengganti pada arduino, ESP-32 memiliki kemampuan untuk mendukung koneksi ke wifi secara langsung. Self-Determination Mat yang dibuat adalah karpet pembelajaran yang terdapat beberapa opsi seperti menyisir rambut, melepas sepatu atau cuci tangan.
Sahid Ramandhani menjelaskan media pembelajaran ini terdapat notifikasi suara, musik selama permainan berlangsung, LED lighting, visual learning, remote, wireless control, memory dan keypad.
"Sistem kerjanya setelah alat dinyalakan dan disambungkan ke program di laptop, peserta didik diminta untuk menginjak salah satu keypad," kata Sahid.
Terdapat push button di dalamnya yang akan memutar video sesuai bina diri yang dipilih, kemudian jika ingin mengganti bina diri lain tinggal injak kotak lainnya yang telah dikendalikan oleh mikrokontroller ESP-32. Dalam laptop terpampang hal-hal yang harus dilakukan siswa sesuai pilihan dalam karpet pembelajaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!