Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Minta Rusia Setujui Traktat Bebas Senjata Nuklir ASEAN

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Minta Rusia Setujui Traktat Bebas Senjata Nuklir ASEAN Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Menlu Retno Marsudi (kiri) bersama Diplomat Senior Tiongkok Wang Yi (tengah) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov berbincang dalam pertemuan Trilateral di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

JAKARTA - Indonesia meminta Rusia segera menyetujui protokol Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) dan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN bersama Rusia, Menlu Retno Marsudi menegaskan perlunya memastikan Asia Tenggara yang bebas senjata nuklir untuk menjaga perdamaian jangka panjang dan kemakmuran inklusif.

"Semua negara dengan senjata nuklir harus memajukan non proliferasi dan perlucutan senjata nuklir," kata Retno, berdasarkan transkrip pernyataan yang disampaikan dalam sesi tertutup pertemuan yang dihadiri Menlu Rusia Sergey Lavrov di Jakarta, Kamis (13/7).

Rusia adalah salah satu negara pemilik senjata nuklir yang ditargetkan ASEAN untuk menandatangani protokol Traktat SEANWFZ, selain Tiongkok, Prancis, Inggris, dan AS.

Perjanjian Asia Tenggara sebagai Zona Bebas Nuklir atau dikenal sebagai Perjanjian Bangkok ditandatangani pada 1995 oleh seluruh negara anggota ASEAN.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa negara-negara yang menandatangani traktat tersebut tidak dapat "mengembangkan, membuat, atau memperoleh, memiliki, atau memiliki kendali atas senjata nuklir", "menempatkan atau mengangkut senjata nuklir dengan cara apa pun", atau "menguji atau menggunakan senjata nuklir."

"Untuk tujuan ini, saya mengandalkan Rusia untuk segera menyetujui Protokol SEANWFZ," ujar Retno.

Sejumlah negara pemilik senjata nuklir menyatakan keberatan terhadap beberapa bagian protokol Traktat SEANWFZ, berbeda dengan Tiongkok yang menyatakan siap menandatangani perjanjian itu meskipun belum ada tindak lanjut.

Selain membahas Traktat SEANWFZ, Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan antara ASEAN dengan Rusia.Dalam hal ini, Indonesia menyerukan kolaborasi nyata "untuk menyelamatkan dunia", di tengah perang yang masih berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.

"Sebagai teman Rusia maupun Ukraina, Indonesia tak kenal lelah untuk menyerukan perdamaian. Kemitraan kita harus mewujudkan paradigma ini dalam tindakan nyata," ujar Retno.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dalam KTT pada September mendatang, ASEAN akan mengusulkan Deklarasi Pemimpin tentang Penguatan Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Menanggapi Krisis.

"Dukungan Rusia terhadap inisiatif ini sangat penting, mengingat status Rusia sebagai produsen biji-bijian dan pupuk global," tutur Retno.

Rusia telah menjadi mitra wicara ASEAN selama lebih dari 26 tahun. dan pada 2018, hubungan kedua pihak naik status menjadi Kemitraan Strategis.

Kontribusi Rusia, termasuk dalam pengarusutamaan Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) dan kerja-kerja dengan para mitra lainnya, juga sangat diharapkan oleh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.