Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Publik Korea Selatan Protes Rencana Pembuangan Limbah Nuklir Jepang

📅 Kamis, 06 Jul 2023, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Publik Korea Selatan Protes Rencana Pembuangan Limbah Nuklir Jepang Doc: CNA/AFP/Jung Yeon-je
Ket. Publik di Korea Selatan menentang keras rencana pelepasan air dari PLTN Fukushima di Jepang.

SEOUL - Publik Korea Selatan turun ke jalan memprotes rencana Jepang membuang air limbah yang diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut.

Rabu (5/7), pemerintah Korea Selatan mengatakan menghormati hasil tinjauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menyetujui rencana Jepang melepaskan air limbah ke laut.

Ini terjadi setelah IAEA pada Selasa mengatakan, tinjauan dua tahun menunjukkan bahwa rencana tersebut konsisten dengan standar keselamatan global dan akan memiliki "dampak radiologis yang dapat diabaikan bagi manusia dan lingkungan".

Namun, tidak semua orang Korsel memiliki sentimen yang sama dengan pemerintahnya.

Politisi oposisi Lee Jeong-mi melakukan aksi mogok makan di luar kedutaan Jepang di Seoul selama lebih dari 10 hari untuk memprotes rencana Jepang melepaskan apa yang disebut "air yang terkontaminasi" ke laut.

Lee mengatakan kepada CNA bahwa laporan IAEA tidak dapat dipercaya karena tidak menyajikan bukti ilmiah terkait masalah keamanan.

"Kami mengharapkan IAEA mengatakan sesuatu seperti peninjauan dilakukan berdasarkan metode ilmiah yang membuktikan aman (untuk air yang diolah) untuk dilepaskan ke laut," kata pemimpin oposisi kecil Partai Keadilan.

"Sebaliknya, ulasan tersebut memiliki banyak lubang bagi kami untuk dapat mempercayai laporan tersebut."

Lee juga menuduh pemerintah Korsel tetap diam, meskipun mayoritas warganya pelepasan air Fukushima.

Sebuah survei yang dilakukan bulan lalu menunjukkan 84 persen warga Korea Selatan menentang rencana Jepang.

Sekitar tujuh dari 10 orang mengatakan akan mengkonsumsi lebih sedikit makanan laut jika air dilepaskan, menurut survei tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.