Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Diminta Terus Kurangi Kebergantungan pada Utang

📅 Kamis, 06 Jul 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Diminta Terus Kurangi Kebergantungan pada Utang Doc: Sumber: Kementerian Keuangan – Litbang KJ/and - KO

JAKARTA - Pemerintah diminta terus mengurangi kebergantungan pada utang dalam mengelola keuangan negara setiap tahunnya. Harapan itu disampaikan setelah pemerintah mengurangi jumlah penerbitan utang mulai pada 2022 dan diperkirakan juga berlanjut tahun ini.

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, pada Rabu (5/7), mengatakan kalau dua tahun ini pemerintah bisa mengurangi penarikan utang dari target, diharapkan dalam APBN berikutnya bisa zero deficit, bahkan mencatat surplus.

Pemerintah seperti cuitan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berencana mengurangi penerbitan utang tahun ini sebesar 289,9 triliun atau berkurang 41,6 persen dari target sebelumnya 696,3 triliun rupiah.

"Pembiayaan utang menurun 41,6 persen atau berkurang 289,9 triliun rupiah dari target," kata Menkeu postingan akun Instagram-nya @smindrawati, Selasa (4/7).

Berkurangnya penerbitan itu seiring dengan defisit Anggran Pendapatan dan Belanja (APBN) tahun ini yang diperkirakan lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 2,84 persen terhadap PDB.

Lebih lanjut, Maruf mengatakan pengurangan utang sebesar itu adalah sinyal positif bahwa ekonomi Indonesia sedang membaik.

"Hal ini menunjukkan ketahanan ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian global memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Pengurangan utang mencerminkan upaya pemerintah untuk mengelola keuangan secara efektif dan mengurangi ketergantungan pada utang," papar Maruf.

Pengurangan utang, kata Maruf, juga memiliki implikasi yang signifikan untuk masa depan. Selain memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi pemerintahan yang akan datang, pengurangan utang ini dapat dianggap sebagai "happy landing" bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, pengurangan utang juga mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga keberlanjutan fiskal dan mengelola risiko terkait utang. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak stabil, langkah ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dan kemampuannya untuk mengendalikan risiko keuangan.

Meskipun pengurangan utang menjadi sinyal positif, namun hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan tantangan yang masih ada. Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan ekonomi, seperti kesenjangan ekonomi, pengangguran, dan ketimpangan regional.

Sementara itu, pakar ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto, mengatakan pengurangan utang menunjukkan pemerintah mengutamakan prinsip kehati-hatian. Sebab, dengan pengurangan akan mengurangi risiko bagi pemerintah, baik dalam kemampuan bayar maupun antisipasi reaksi pasar.

"Penerbitan utang harus kedepankan kehati-hatian. Selain itu, melakukan pengawasan ketat terhadap anggaran negara," kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.