Hasto: Angka Harapan Hidup Laki-Laki Rendah Akibat Polutan Berbahaya
Kamis, 06 Jul 2023, 06:40 WIBBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan bahwa angka harapan hidup kebanyakan laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan akibat terlalu sering terpapar polutan berbahaya.
"Tidak hanya ke depan, sekarang sudah terjadi. Jadi angka harapan hidup perempuan lebih panjang karena angka risiko kematian lebih banyak pada laki laki," kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (5/7).
Hasto menuturkan polutan pertama yang banyak mengenai laki-laki berasal dari kebiasaan buruk sehari-harinya yakni merokok. Sebanyak 48 persen laki-laki di Indonesia diketahui telah menjadi perokok.
Berdasarkan hasil kajian yang sudah banyak dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, merokok dapat menyebabkan penggunanya mengalami penyakit paru-paru kronis, merusak gigi dan menyebabkan bau mulut, berpotensi menimbulkan stroke atau serangan jantung.
Selain rokok, dikarenakan laki-laki berperan sebagai kepala rumah tangga yang perlu mencari nafkah, beberapa di antaranya memilih untuk bekerja di lapangan yang terpapar oleh senyawa atau zat berbahaya.
"Contohnya yang bertani di lapangan dan bergelut dengan pestisida. Banyak laki-laki juga (yang jadi petani), jadi memang sebetulnya kami (laki-laki) banyak terpapar polutan," ucap dia.
Di samping aspek kesehatan, Hasto menilai angka harapan hidup laki-laki lebih rendah karena adanya risiko kematian yang lebih besar. Risiko itu bisa datang dari perilaku sosial seperti mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan hingga mengalami tabrakan, berkelahi ataupun mempunyai hobi unik seperti memanjat tebing atau pohon.
Menurut Hasto, hal ini pula yang menyebabkan ketika Indonesia memasuki masa penuaan penduduk, negara akan dipenuhi oleh lansia yang didominasi oleh perempuan dan mulai adanya fenomena dimana banyak perempuan menjadi kepala rumah tangga.
"Akhirnya ini banyak juga (perempuan) yang belum produktif karena pendidikannya rendah, ekonominya rendah sehingga mendekati 2045, kita harus menghadapiageing population(penuaan penduduk). Hati-hati," kata dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Moussa Sidibe Menggila, Cetak 9 Gol dalam 10 Laga, Ini Rahasia Ketajaman Bintang Bhayangkara FC
-
Bantah Isu Ambruk, Menkeu Purbaya Siap Gebrak Konferensi Pers APBN KiTa Rabu Depan
-
Regulasi Pasar Digital untuk Kembangkan Pertumbuhan UMKM Daerah
-
Akhir Penantian Jepang: Kapal Tanker Pertama Sukses Tembus Selat Hormuz
-
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 Jadi Rp2,803 Juta/Gr pada Senin Ini
-
Kemenpar Targetkan 19,1 Juta Wisman Kunjungi Indonesia pada 2027
-
Yaman Kian Kritis: 5 Juta Jiwa Dibayangi Kelaparan Akut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.