Athena, Tempat Sistem Demokrasi Bermula
📅 Rabu, 28 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh: Wahyu APKemudian ada juga komite eksekutifbouleyang terdiri dari satu suku dari sepuluh yang berpartisipasi dalamboule. Mereka terdiri dari 50 warga, dikenal sebagaiprytaneisdipilih secara bergilir, sehingga setiap suku membentuk eksekutif setiap tahun sekali.
Eksekutif eksekutif ini memiliki seorang ketua (epistates) yang dipilih dengan undian setiap hari. Sebanyak 50 orangprytanybertemu di gedung yang dikenal sebagai Bouleuterion di agora Athena dan menjaga perbendaharaan suci.
Bersamaan dengan semua institusi politik ini adalah pengadilan hukum (dikasteria) yang terdiri dari 6.000 juri dan badan hakim agung (archai) yang dipilih setiap tahun melalui undian. Ada mesin token berwarna (kleroterion) yang dirancang khusus untuk memastikan mereka yang dipilih secara acak.
Sementara di pengadilan undang-undang yang dibuat oleh majelis dapat ditentang. Keputusan tentang pengucilan, naturalisasi, dan penghapusan hutang dapat digugat jika tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Demokrasi Athena membangun sistem yang rumit ini, untuk memastikan tingkat pemeriksaan dan keseimbangan yang sesuai untuk setiap potensi penyalahgunaan kekuasaan. Sistem tersebut juga untuk memastikan setiap wilayah tradisional terwakili dan diberi kekuasaan yang sama.
Dengan orang-orang yang dipilih secara acak untuk memegang posisi penting dan dengan masa jabatan yang sangat terbatas, sulit bagi setiap individu atau kelompok kecil untuk mendominasi atau terlalu mempengaruhi proses pengambilan keputusan baik secara langsung atau karena seseorang tidak pernah tahu persis siapa yang akan dipilih.
Cara ini untuk menghindari penyuapan kepada mereka yang berkuasa pada satu waktu. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!