Perjuangan Bangsa Basque untuk Pertahankan Bahasa Asli
📅 Kamis, 22 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: DANIEL VELEZ / AFP
Bangsa Basque memiliki bahasa Euskara yang berbeda dengan wilayah di sekitarnya. Ketika Jenderal Francisco Franco dari Spanyol melarang penggunaannya, penduduk wilayah itu berjuang mempertahankannya dengan mengangkat senjata.
Kelompok militan Basque ETA yang telah menewaskan ratusan orang selama kampanye berdarah selama puluhan tahun untuk kemerdekaan, kini telah tiada. Pada 2 Mei 2012 lalu, organisasi itu mengumumkan dalam sebuah surat terbuka tentang pembubaran.
"Setelah hampir 60 tahun, perjalanan ETA telah berakhir," kata surat itu, seraya menyatakan bahwa pembubaran tersebut bertujuan untuk mengakhiri siklus konflik.
Kelompok tersebut mengatakan telah membongkar strukturnya, menghentikan inisiatifnya dan tidak akan lagi terlibat dalam aktivitas politik. Aksi kekerasan oleh kelompok itu telah berakhir. Sebelumnya, kelompok ini telah mengumumkan gencatan senjata pada 2011. ETA yang berasal dari kataEuskadi Ta Askatasunaadalah organisasi separatis paling kiri di Basque telah menyerahkan senjatanya pada 2017.
Lalu siapa Basque? Basque adalah sebuah wilayah di perbatasan antara Spanyol dan Prancis di pesisir utara. Orang-orang di sana berbicara satu sama lain dengan bahasa kuno yang dalam ambang kepunahan yaitu bahasa Euskara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Euskara, diucapkan di komunitas otonom Navarre di Spanyol utara. Sedangkan bangsa Basque melintasi Spanyol utara dan Prancis barat daya. Yang unik dan menjadi misteri bahasa ini tidak memiliki asal atau hubungan yang diketahui dengan bahasa lain di sekitarnya seperti Spanyol, Prancis, dan Catalan. Hal ini menjadi sebuah anomali yang telah membingungkan para ahli linguistik selama berabad-abad.
"Tidak ada yang bisa mengatakan dari mana (bahasa itu) berasal," menurut Pello Salaburu, profesor dan direktur di Institut Bahasa Basque di The University of the Basque Country di Bilbao. "Para ahli pernah meneliti masalah ini bertahun-tahun yang lalu, tetapi tidak ada kesimpulan yang jelas," kata dia kepadaBBC.
Bahasa yang berbeda adalah titik kebanggaan bagi bangsa Basque sehingga mereka memaksa untuk melepaskan diri menjadi negara merdeka. Diperkirakan 700.000 dari mereka, atau 35 persen dari populasi Basque, berbicara dengan bahasa itu sampai hari ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun kebanggaan menjadi orang Basque seperti dirampas, ketika Jenderal Francisco Franco dari Spanyol melarang penggunaan bahasa Euskara kuno, penduduk bangsa Basque berjuang untuk mempertahankannya.
Diktator Spanyol itu memaksakan mereka menggunakan bahasa Spanyol dan melarang bahasa lain, termasuk Euskara (juga disebut Basque). Itu terjadi selama pemerintahannya yang berlangsung dari tahun 1939 hingga 1975.
Ketika tokoh Basque, Karmele Errekatxo, masih kecil di era '60-an dan '70-an, dia menghadiri kelas rahasia di ruang bawah tanah gereja di Bilbao, Spanyol, kota terpadat di Basque. Di sinilah dia mempelajari bahasa terlarang Euskara.
"Bahasa adalah identitas suatu tempat," kata Errekatxo. "Jika bahasa ini dilarang, maka sebuah bangsa pun akan mati. Sang diktator tahu itu dan ingin Euskara menghilang," imbuh dia.
Saat ini Euskara masih digunakan di kota-kota terpencil dan pertanian di Pegunungan Pyrenees dan di sepanjang pantai Teluk Biscay, di mana itu adalah satu-satunya bahasa yang diketahui banyak keluarga. Tapi bahasa itu dibungkam di kota-kota, di mana informan melaporkan siapapun yang berbicara dengan bahasa Euskara ke polisi.
Asumsi Sejarah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!