Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budaya Basque yang Terus Tergerus

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Budaya Basque  yang Terus Tergerus Doc: DANIEL VELEZ / AFP

Tonggak sejarah Euskara di wilayah Basque telah berlangsung selama ribuan tahun. Namun buku pertama di Euskara belum dicetak hingga 1545 di Bordeaux, Prancis. Sedangkan sekolah Basque pertama dibuka pada 1914 di San Sebastian, 30 tahun sebelum sekolah Basque dipaksa tutup di bawah pemerintahan Jenderal Jenderal Francisco dari Spanyol.

Bahasa Euskara dibakukan pada 1968, membuka jalan bagi penulis untuk menulis di Euskara. "Cendekiawan terbaik dalam bahasa Basque, Koldo Mitxelena, pernah berkata, bahwa keajaiban Basque adalah bagaimana ia mampu bertahan," kata Pello Salaburu, profesor dan direktur di Institut Bahasa Basque di The University of the Basque Country di Bilbao. "Sungguh, merupakan keajaiban bahwa ia bertahan tanpa memiliki lektur, tanpa orang yang dididik di Basque," kata dia.

Euskara telah dibentuk dari waktu ke waktu oleh kontak dekat Basque dengan alam. Lingkungan mereka mengilhami kumpulan kata-kata yang sangat banyak untuk menggambarkan lembah hijau mereka, puncak yang menakjubkan, garis pantai biru, dan langit yang lebih biru.

Bahasanya berisi beragam kosa kata untuk lanskap, hewan, angin, laut dan sekitar 100 cara untuk mengatakan kupu-kupu. Bahasanya mungkin sebagian masih ada karena penutur awalnya secara geografis terpencil dari dunia luar oleh Pegunungan Pyrenees.

Orang Basque merasa bahwa bahasa adalah ciri terpenting yang mengidentifikasi mereka sebagai suatu bangsa. "Tapi saya akan mengatakan bahwa itu tidak terisolasi seperti yang dikatakan orang, karena banyak orang menggunakan tanah ini," kata Salaburu. "Orang-orang Basque merasa bahwa bahasa adalah ciri terpenting yang mengidentifikasi mereka sebagai suatu bangsa. Mereka hanya tidak ingin kehilangannya," ujar dia.

Pada era '60-an, selama serangan Franco terhadap budaya Basque menimbulkan terbentuknya kelompok perlawananEuskadi Ta Askatasuna(ETA). Mereka membunuh ratusan orang selama beberapa dekade berikutnya dalam perjuangannya untuk mendapatkan kemerdekaan wilayah Basque dari Spanyol dan Prancis.

Euskara digunakan oleh anggota ETA dalam surat pemerasan yang meminta uang dan mengancam kekerasan terhadap bisnis dan individu, dan dilukis di dinding oleh simpatisan yang menulis slogan pro-ETA.

"Euskara telah digunakan sebagai senjata. Itu telah dipolitisasi dan dimanipulasi," kata Karmele Errekatxo seorang tokoh Basque. "Ada persepsi bahwa Euskara milik kaum nasionalis, tapi saya percaya bahwa bahasa itu universal," kata dia.

Untuk menjaga agar Euskara tetap hidup, pemerintah Basque di Spanyol, tempat sebagian besar orang Basque tinggal, baru-baru ini meluncurkan salah satu dari banyak kampanye untuk mendorong penggunaan bahasa tersebut. Inisiatif ini mencakup situs web tempat penutur bahasa Euskara dapat berlatih bahasa.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, banyak orang yang mengenal Basque memilih berbicara dalam bahasa Spanyol," kata Salaburu. "Dan ini adalah sesuatu yang membuat saya merasa tidak nyaman, karena pengaruh bahasa Spanyol dan berbagai bahasa sangat kuat," imbuh dia.

"Basque mengalami pasang surut, ia berkembang maju dan mundur, seperti kehidupan itu sendiri. Akankah Euskara bertahan? Saya bilang ya, karena saya optimis," kata Errekatxo. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

55 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.