Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gadis Difabel Teliti Pembelajaran Seni Rupa Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 00:31 WIB | Oleh:
Gadis Difabel Teliti Pembelajaran Seni Rupa Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Doc: Istimewa
Ket. Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Onten Purbasari melakukan observasi di SLB Ma’arif Muntilan.

YOGYAKARTA - Hasil pembelajaran seni rupa di SLB Ma'arif Muntilan oleh guru mata pelajaran seni rupa telah cukup baik. Terlihat dari segi bentuk, teknik, dan pewarnaan siswa tunarungu berupa tarikan garis yang lancar, perspektif telah terlihat, pewarnaan yang rapi dan sesuai dengan tema objek sendirinya, serta bentuk karya seni rupa yang dibuat oleh siswa tampak sesuai dengan tema yang diberikan guru.

Adapun perubahan yang Tampak dari hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa tunarungu adalah kepercayaan diri, mampu beradaptasi dengan baik, mandiri, meningkatkan kesadaran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran seni rupa, dan memahami kemampuan yang ada di dalam dirinya. Inilah hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Onten Purbasari di SLB Ma'arif Muntilan.

Menurut siaran persnya, Purbasari mengatakan keunikan pembelajaran seni rupa di SLB Ma'arif Muntilan yakni pada proses bimbingan, guru menggunakan beberapa bentuk bimbingan terhadap siswa tunanetra ketika mengikuti pembelajaran seni rupa seperti mengajarkan cara menggambar menggunakan metode manual, metode oral, metode mencontoh, dan metode ekspresi bebas dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami instruksi.

"Pelaksanaan pembelajaran seni rupa meliputi kegiatan pembukaan kemudian kegiatan inti meliputi mengamati, bertanya, komunikasi dan kegiatan penutup dengan pengumpulan karya, penilaian, dan salam. Tetapi guru dalam pembelajaran belum menyusun RPP dan kurikulum, karena lebih memperhatikan keadaan siswa tunarungu" kata Sari, panggilan akrabnya, Jumat (16/6).

Gadis kelahiran Magelang, 13 Maret 2000 itu menjelaskan, SLB Ma'arif Muntilan dalam sistem pembelajarannya tidak hanya membekali siswa berkebutuhan khusus dengan mata pelajaran saja namun juga membekali siswa dengan keterampilan sebagai pengembangan kepribadian sekaligus pola pikir, sebagai sarana pengembangan bakat, mandiri, dan minat siswa tersebut.

Salah satunya pembelajaran seni dan keterampilan yang ada di SLB Ma'arif Muntilan yaitu pembelajaran seni rupa. Seni rupa berfungsi untuk media ekspresi pada anak berkebutuhan khusus. Melalui seni rupa ini anak dapat menuangkan seluruh imajinasi, ide, dan perasaan yang ada dalam dirinya. Pembelajaran seni rupa di SLB Ma'arif Muntilan bukan untuk pembelajaran wajib diikuti oleh siswa, tetapi merupakan pelajaran esktrakurikuler.

Menurut guru mata pelajaran seni rupa SLB Ma'arif Muntilan, M. Arief Kurniawan, tema pembelajaran menggambar antara lain lingkungan, pemandangan, kaligrafi, bangunan dan pohon, hewan. Berdasarkan pengamatan pada saat pembelajaran seni rupa membutuhkan kesabaran yang tinggi karena dalam membuat karya seni rupa mereka menghabiskan banyak waktu untuk menggambar dan mewarnai sesuai dengan kemampuan masing-masingnya.

"Guru membutuhkan kesabaran saat mengajar di kelas, karena tidak dapat memaksakan siswa untuk menyelesaikan karya seni rupa dengan tepat waktu," kata M. Arief Kurniawan.

Selain itu, pembelajaran seni rupa di SLB Ma'arif Muntilan dapat membantu perkembangan motorik halus, misalnya mengendalikan gerakan tangan dengan melalui mata sendiri bagi anak tunarungu. Setiap karya seni rupa yang dihasilkan juga akan memiliki keunikan tersendiri. Selama kegiatan di dalam kelas, siswa tunarungu tanpa membentuk kelompok dan saling berkomunikasi di dalam kelas layaknya seperti anak umum berbincang-bincang di dalam kelas.

Kepala Sekolah SLB Ma'arif Muntilan, Zuni mengatakan sekolahnya sangat membutuhkan alumni jurusan Pendidikan Luar Biasa agar bisa menyesuaikan dengan kondisi siswa.

"Bila beda jurusan kan kasihan belum tahu cara penanganannya apalagi masih baru belajar. Kendala kekurangan guru disebabkan oleh kurangnya tenaga pendidik yang diterima, maka akibatnya guru harus rombel beberapa kelas tersebut," papar Zuni.

Karena terkendala guru yang harus menyusun RPP, kurikulum dan membuat laporan pada pemerintah. Oleh karenanya sekolah membutuhkan guru baru karena siswa disini banyak sekali.

Penelitian berjudul 'Pembelajaran Seni Rupa dan Karakteristik Karya Seni Rupa Siswa Tunarungu di SLB Ma'arif Muntilan' ini membawa Onten Purbasari menyelesaikan studinya di program studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa Seni dan Budaya UNY.

Sari adalah seorang gadis penyandang disabilitas tunarungu dan mendapatkan beasiswa difabel dari UNY. Anak pertama pasangan Edi Ahmad Umar dan (alm) Sri Khasanah itu mendapatkan IPK 3,58 namun belum termasuk nilai skripsinya karena masih menunggu revisi dan penilaian dari dosen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.