Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Destinasi Edukasi di Bumi Pendalungan

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Destinasi Edukasi di Bumi Pendalungan Doc: Istimewa

Kabupaten Jember bukan hanya dikenal karena karnaval saja. Museum huruf, edukasi tanaman obat, serta pusat penelitian dan museum cokelat, serta peninggalan megalitikum adalah beberapa destinasi edukasi yang bisa dikunjungi.

Bukan semata hanya kaya wisata alam, Jember juga kaya wisata edukasi yang dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan pemahaman. Salah satu dari beberapa wisata edukasi yang ada di Jember adalah Museum Huruf. Museum ini berada di pusat kota dengan alamat di Jalan Bengawan Solo Nomor 27, Tegalboto Lor, Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Museum Huruf dibangun untuk memberi informasi tentang aksara dan bahasa dari yang diguanakan baik masyarakat Nusantara dan juga dunia. Gagasan pendirian museum ini dicetuskan oleh Ade Sidiq Permana dan Erik Wijayanto, bersama dengan Komunitas Rumah Desain Mix Media Jember.

Gagasan itu kemudian terwujud pada 19 November 2016 tanggal peresmian Museum Huruf. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai aksara dan bahasa yang digunakan masyarakat Nusantara.

Sejak zaman kuno, masyarakat telah mengenal huruf namun hanya beberapa yang sejauh ini berhasil disajikan oleh museum yaitu aksara Jawa, Bugis, Batak, Rencong, dan lain-lain.

Aksara Jawa Hanacaraka disebutkan memiliki pengaruh dengan aksara India seperti aksara Pallawa. Aksara ini juga memiliki kemiripan dengan aksara yang dipakai di Thailand saat ini. Hal ini menggambarkan ada hubungan masyarakat di masa lalu.

Ada pula aksara Lontara, juga dikenal sebagai aksara Bugis atau aksara Bugis-Makassar. Aksara ini adalah salah satu aksara tradisional yang berkembang di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, aksara ini terutama digunakan untuk menulis dalam bahasa Bugis, Mandar, dan Makassar.

Aksara Lontara disebutkan merupakan turunan dari aksara Brahmi India melalui perantara aksara Kawi. Aksara Lontara aktif digunakan sebagai tulisan sehari-hari maupun sastra Sulawesi Selatan setidaknya sejak abad 16 M hingga awal abad 20 M sebelum fungsinya berangsur-angsur tergantikan dengan huruf Latin.

Arah penulisan aksara Lontara adalah kiri ke kanan. Secara tradisional aksara ini ditulis tanpa spasi antarkata (scriptio continua) dengan tanda baca yang minimal. Suku kata mati, atau suku kata yang diakhiri dengan konsonan, tidak ditulis dalam aksara Lontara.

Teks Lontara secara inheren dapat memiliki banyak kerancuan kata yang hanya dapat dibedakan dengan konteks. Aksara ini masih diajarkan di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari muatan lokal, tetapi dengan penerapan yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari.

Museum tersebut juga menjelaskan tentang satu huruf yang pernah dikenal di Nusantara yaitu aksara Pallawa, yang biasanya berbahasa Sansekerta. Aksara ini berasal dari Dinasti Pallava, yang merupakan dinasti India yang berkuasa dari 275 M hingga 879 M dan memerintah di sebagian wilayah India selatan.

Aksara lainnya yang ada adalah Cuneiform Sumeria. Huruf ini adalah sistem tulisan yang pertama kali dikembangkan oleh bangsa Sumeria di Mesopotamia pada sekitar tahun 3500 SM. Kata cuneiform sendiri berasal dari bahasa Latin, cuneus yang artinya baji atau paku, dan forma yang berarti bentuk.

Dari bentuknya, cuneiform merupakan tulisan kuno yang menggunakan huruf berbentuk seperti paku yang ditulis di atas lempengan tanah liat. Aksara ini sebagai penemuan terpenting di antara banyak penemuan bangsa Sumeria yang berpengaruh dalam sejarah manusia.

Di museum juga bisa dijumpai huruf Hieroglif dari Mesir. Dalam bahasa Yunani huruf yang dipahat di batu ini disebut ukiran suci sebuah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.