Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelukis Takashi Murakami dan Teknologi AI, Antara Takut dan Suka

📅 Minggu, 11 Jun 2023, 10:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelukis Takashi Murakami dan Teknologi AI, Antara Takut dan Suka Doc: Bilyonaryo.com
Ket. Seniman asal Jepang Takeshi Murakami mengaku tak terlalu dihargai di Jepang.

LE BOURGET - Seniman neo-pop Takashi Murakami selalu merangkul teknologi baru. Dia merupakan pengadopsi awal kripto dan NFT. Namun dia mengaku takut artificial intelligence (AI) akan membuatnya usang.

Murakami (61) telah menjadi brand tersendiri berkat lukisan-lukisan warna-warninya yang menggemaskan yang memadukan motif seni tradisional Jepang dengan anime dan manga modern.

Lukisannya telah terjual jutaan dolar, mengundang kolaborasi mode dengan Louis Vuitton dan Kanye West, ditampilkan di beberapa institusi besar dunia, dihargai sebagai garis tipis antara seni dan perdagangan.

Hal itu tidak selalu membuatnya populer di kalangan seni Jepang, tetapi Murakami suka menjadi pengganggu.

Dia melihat gelombang perubahan lain datang berkat perangkat lunak bertenaga AI atau kecerdasan buatan.

"Perubahan generasi bakal dramatis," katanya kepada AFP pada pembukaan pameran di galeri Gagosian di pinggiran Paris.

Ini mengingatkannya pada kedatangan komputer Apple II pada 1980-an yang menyapu generasi profesional desain yang lebih tua, tetapi memberdayakan mereka yang menggunakannya.

"AI pasti akan merusak perdagangan teknis, tetapi menurut saya itu tidak akan dapat menghalangi ide-ide kami," katanya.

"Ide-ide paling gila, yang bahkan tidak dapat dihasilkan oleh AI, akan menjadi lebih berharga."

Itu berarti kekuatan mungkin beralih dari seniman ke insinyur teknologi, yang akan dapat menjelajahi hal-hal yang sulit dibayangkan saat ini.

"Seniman yang menciptakan hal-hal yang intim akan tertinggal," katanya.

"Saya sendiri bekerja dengan rasa takut suatu hari akan diganti."

Tak Terlalu Dihargai

Ironisnya, Murakami mengatakan dia tersentuh untuk akhirnya menerima pujian dari bagian yang lebih tradisional dari masyarakat Jepang dengan karyanya baru-baru ini sebagai penghormatan kepada teater Kabuki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.