Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

West Ham Menunggu 58 Tahun untuk Raih Trofi

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 06:37 WIB | Oleh:
West Ham Menunggu 58 Tahun untuk Raih Trofi Doc: Joe Klamar / AFP
Ket. West Ham United Juara I Pemain West Ham United, Declan Rice (tengah) bersama rekan setim mengangkat trofi untuk mera­ya­kan kemenangan pertandingan final Liga Konferensi Eropa UEFA antara Fiorentina melawan West Ham United di Praha, Republik Ceko, Kamis (8/6) dini hari WIB. West Ham menghempaskan Fiorentina dengan skor 2-1. Capaian kali ini adalah trofi Eropa kedua bagi West Ham setelah memenangkan Piala Winners yang sekarang sudah tidak ada lagi, 58 tahun lalu.

PRAHA - Gol menentukan Jarrod Bowen di menit ke-90 mengamankan trofi besar pertama West Ham United di level Eropa sejak 1965 (menunggu 58 tahun). Klub Liga Inggris itu mengakhiri paceklik panjang dengan menang 2-1 atas Fiorentina di final Liga Konferensi Eropa, Kamis (8/6) dini hari WIB.

Capaian kali ini adalah trofi Eropa kedua bagi West Ham setelah memenangkan Piala Winners yang sekarang sudah tidak ada lagi, 58 tahun lalu. Saat itu, West Ham juara dengan diperkuat pahlawan Inggris di Piala Dunia, Bobby Moore dan Geoff Hurst.

Bowen menerima umpan terobosan luar biasa dari Lucas Paqueta, sebelum melepaskan tembakan melewati Pietro Terracciano yang tak berdaya di gawang Fiorentina. "Saya jelas bermimpi mencetak gol dan kemudian mencetak gol kemenangan di menit terakhir. Itu yang selalu saya katakan dan ingin lakukan," ujar Bowen. "Untuk melakukannya di depan para suporter, saya menangis karena senang," sambungnya.

Said Benrahma membuka skor untuk West Ham di Praha. Dia melepaskan tendangan penalti melewati Terracciano di menit ke-62 setelah VAR mengonfirmasi Cristiano Biraghi memegang bola saat mencoba menghentikan Bowen di dalam kotak terlarang. Giacomo Bonaventura menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Dia mengalahkan kiper West Ham, Alphonse Areola, dengan tendangan kaki kanan.

Nama klub juara akan menjadi yang kedua di trofi Liga Konferensi Eropa setelah AS Roma, yang memenangkan edisi perdana kompetisi tahun lalu. West Ham juga memastikan tempat di Liga Europa musim depan dengan kemenangan tersebut.

Sementara itu, Fiorentina akan absen di kompetisi Eropa setelah finis kedelapan di klasemen Serie A.

Trofi utama West Ham sebelumnya adalah tahun 1980, ketika memenangkan Piala FA. Klub itu menghabiskan sebagian besar musim lalu berjuang melawan kemungkinan degradasi, finis di urutan ke-14 klasemen Liga Inggris.

"Saya memiliki mimpi, belum memiliki musim terbaik. Tetapi untuk memberikan momen ini kepada para pendukung, saya sangat senang," ujar Bowen.

"Ini pertandingan terbesar dalam karier saya. Emosinya, ada waktu untuk satu kesempatan lagi. Saya sangat senang," sambungnya. Pelatih West Ham, David Moyes, memuji tim asuhannya dengan menyebut mereka luar biasa. West Ham mencapai semifinal Liga Europa sebelum memenangkan trofi di Praha.

"Tahun lalu, kami memenangkan grup, mencapai semifinal, tahun ini memenangkan grup, tidak terkalahkan. Sekarang kami memenangkan final," ujar pelatih asal Skotlandia berusia 60 tahun itu. Merupakan pencapaian yang luar biasa untuk melakukannya dengan baik di level Eropa. Dia sangat beruntung memiliki para pemain yang hebat.

Di sisi lain, pelatih Fiorentina Vincenzo Italiano mengatakan sangat menyakitkan kalah di final dua kali dalam dua pekan terakhir. Fiorentina kalah dari Inter Milan di final Coppa Italia, juga dengan skor 2-1.

"Di masa depan, kami akan mengenang dan membicarakan dua kekecewaan dalam satu musim," ujarnya. "Ini pukulan yang sangat besar," ujarnya.

Sebelum pertandingan, pihak kepolisian Praha menahan 16 orang saat pendukung Fiorentina menyerang pendukung West Ham di sebuah bar di pusat kota. Tiga orang mengalami luka ringan.

Banyak klub atau negara menanti berpuluh-puluh tahun, belum juga meraih gelar juara. Maka, raihan West Ham ini akan memicu untuk meraih gelar-gelar lain. Ini harus menjadi pembelajaran klub-klub atau bahkan negara-negara yang hingga kini belum meraih gelar. Mereka tidak perlu putus asa. Terpenting harus terus bekerja keras untuk mewujudkannya, termasuk Timnas Indonesia yang masih terseok-seok di dalam prestasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.