- Home
-
- Megapolitan
-
- Polda Kurangi Tawuran deng...
Polda Kurangi Tawuran dengan Dialog
Jumat, 02 Jun 2023, 05:25 WIBJAKARTA - Sepertinya Jakarta sulit terhindar dari tawuran warga atau pelajar. Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah cara untuk menanggulangi tawuran remaja. Salah satunya dengan memberikan materi wawasan kebangsaan. "Nanti kami akan kerja sama dengan Kodam dan lainnya dalam rangka pembinaan. Tujuannya memberikan beberapa wawasan tentang kebangsaan kehidupan bermasyarakat," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Rabu.
Hal itu disampaikan Karyoto usai bertatap muka dengan warga di Gang Mayong, Jakarta Timur. Ada beberapa masukan dari masyarakat terutama terkait masalah tawuran. "Orang-orang yang tawuran kalau bisa dikumpulkan. Kita tanya yang tahu tawuran itu orang tuanya di sini. Bagus kalau mereka memberikan masukan," ujar dia.
Karyoto menjelaskan tawuran seperti embrio. Kalau dibiarkan bisa menjadi besar dan menular ke mana-mana. Padahal, sebenarnya semua masalah bisa dicarikan solusi. "Kelak kita tidak hanya datang menjaga terus pulang. Kita akan lebih proaktif salam rangka pencegahan. Kita terima kasih kepada antusias masyarakat yang mencari solusi. Sangat terlihat mereka ingin sama-sama merasakan daerahnya bukan hanya aman, tapi nyaman," ucapnya.
Selain itu, Karyoto turut memberikan perhatian terhadap permukiman yang tumbuh di sekitar Gang Mayong. Salah satunya ditemukan satu rumah dihuni banyak orang. "Rumahnya sempit. Sehingga mereka ada yang tidak bisa hidup secara normal. Artinya, kalau jam sembilan malam harus tidur. Mereka tidak bisa tidur, harus bergantian. Ini jadi masalah bersama," ujarnya.
Kapolda mengharapkan keterlibatan pemerintah daerah untuk menghadirkan program-program yang menyentuh langsung setiap persoalan warga. Misalnya terkait permukiman solusinya seperti pembangunan rumah susun. Mungkin itu bisa jadi solusi.
Lebih penting apabila mereka pengangguran, dari pemda tadi nemberikan tawaran, pelatihan skill. Dengan skill, dia mereka bisa bekerja. Dengan pekerjaan mereka bisa fokus masa depan. "Kalau tidak punya pekerjaan, kumpul-kumpul apalagi ada obat-obat terlarang. Mereka minum, akhirnya menimbulkan kekacauan," pungkasnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Penyakit Bangkalan Ancam Buah Durian, Pemprov Sulteng Gandeng Unisa Palu.
-
Jelang Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Pertajam Taktik
-
Pesawat Militer Russia Terbang Dekati Wilayah Korsel
-
Michael Olise Mengukir Sejarah Baru, Pecahkan Rekor “Assist” Pele dalam Piala Dunia
-
Expo PKK di HUT Kota Ambon, Ajang Promosi Produk UMKM
-
Daftar Sementara Susunan Pembalap MotoGP 2027: Tim Trackhouse MotoGP Duetkan Enea dan Raul
-
Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Kamis (27/8)
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.