Foxconn Prediksi Pertumbuhan Besar di Bisnis Server AI
Rabu, 31 Mei 2023, 15:51 WIBTAIPEI - Raksasa teknologi Taiwan dan pemasok utama Apple, Foxconn, memprediksi pertumbuhan tiga digit untuk bisnis server Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan-nya karena permintaan yang kuat untuk produk AI seperti ChatGPT, kata CEO Young Liu, Rabu (31/5).
Foxconn yang dikenal secara resmi sebagai Hon Hai Precision Industry, adalah produsen elektronik terbesar di dunia yang merakit perangkat untuk banyak merek internasional, terutama produk iPhone Apple.
Perusahaan ini juga melakukan diversifikasi di luar perakitan elektronik, memperluas ke area mulai dari kendaraan listrik hingga semikonduktor dan server.
"Pada 2022 saja, pendapatan Hon Hai untuk server mencapai 1,1 triliun dolar Taiwan (36 miliar dolar AS) untuk memperoleh 40 persen pangsa pasar global," kata CEO Foxconn Young Liu pada rapat pemegang saham tahunan di Taipei.
Liu mengatakan Foxconn menempati urutan pertama dalam pangsa pasar global untuk ponsel, komputer pribadi dan server, dengan pasar server AI sekarang "meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan semua orang".
Dia mengaitkan lonjakan permintaan dengan ChatGPT, program AI yang menjadi sorotan akhir tahun lalu dengan kemampuan untuk menghasilkan esai, puisi, dan percakapan dari petunjuk singkat.
Kesuksesannya yang luar biasa telah memicu demam AI dengan investasi miliaran dolar di lapangan.
"Untuk paruh kedua tahun ini, kami mungkin memiliki pertumbuhan tiga digit, bukan dua digit... Kami akan terus meningkatkan pangsa pasar kami untuk server," kata Liu.
Dia mengatakan server AI terbaru perusahaan juga menggunakan chip Nvidia.
Nvidia dikenal karena membuat chip grafis yang lama didambakan oleh para gamer tetapi telah menjadi mesin untuk jenis proses kompleks yang terlibat dalam kecerdasan buatan (AI), yang dikenal sebagai komputasi yang dipercepat.
Nvidia, yang didirikan bersama oleh Jensen Huang Taiwan-Amerika, melonjak ke nilai pasar lebih dari 1 triliun dolar AS pada hari Selasa setelah laporan pendapatan kuartalannya minggu lalu melampaui ekspektasi.
Terlepas dari masa depan AI yang cerah, Foxconn mempertahankan prospek "datar" untuk setahun penuh 2023, kata Liu, setelah laba kuartal pertama anjlok 56 persen karena melemahnya permintaan karena penurunan global.
"(Kebijakan) pengetatan moneter global, ditambah dengan geopolitik yang tegang dan ketidakpastian inflasi yang signifikan memiliki dampak yang relatif besar terhadap prospek ekonomi," ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Polri Tindak Tegas Kendaraan Sumbu 3 Beroperasi Saat Masa Angkutan Lebaran
-
Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
Hemat BBM, Pemerintah Lempar Opsi WFH—Solusi atau Sekadar Uji Coba?
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Panglima TNI Resmi Lantik 796 Perwira Prajurit Karier Reguler dan Progsus TA 2026
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.