Di Forum Internasional, Menhub Paparkan Keberhasilan Industri Penerbangan Hadapi Covid-19

Selasa, 30 Mei 2023, 15:31 WIB

JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil menghadapi pandemi Covid-19. Dalam pertemuan ICAO Global Implementation Support Symposium 2023 atau ICAO GISS, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan keberhasilan industri penerbangan Tanah Air melewati masa sulit tersebut.

Dalam sesi diskusi bertema "Tailored Funding Modalities, Collaboration and Implementation Support Programmes for Global Civil Aviation", Budi menjadi pembicara bersama dengan sejumlah narasumber yaitu: Sekretaris Jenderal ICAO Juan Carlos Salazar, Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsel Hee-ryong Won, Menteri Senior Transportasi Singapura Amy Khor, Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Libanon/Ketua Organisasi Penerbangan Sipil Arab Ali Hamie, dan perwakilan ICAO Council Spanyol Victor Aguado sebagai moderator.

Ket. Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam pertemuan ICAO Global Implementation Support Symposium 2023 atau ICAO GISS. — Sumber: Istimewa.

Pada kesempatan tersebut, Menhub menceritakan salah satu kebijakan mendasar yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk bertahan dari pandemi Covid-19 yaitu, dengan cara menyeimbangkan kebijakan antara pencegahan Covid-19 dengan menjaga ekonomi tetap bergerak, termasuk pelayanan penerbangan.

"Sebagai negara kepulauan, layanan penerbangan tidak mungkin berhenti menopang konektivitas dan keberlangsungan kegiatan masyarakat. Berbagai kebijakan diterapkan pemerintah bersama pemangku kepentingan di bidang penerbangan untuk mewujudkan pelayanan penerbangan yang selamat, aman, nyaman dan juga sehat, dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Alhasil, pada 2022 industri penerbangan nasional mulai membaik dan menunjukkan tren yang positif," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5).

ICAO GISS merupakan pertemuan komunitas penerbangan sipil global yang diinisiasi oleh ICAO bekerjasama dengan negara anggota. Kegiatan ini menjadi ajang untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antara ICAO dan negara-negara anggota dalam upaya meningkatkan keselamatan, keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan penerbangan global.

Dia juga mengungkapkan, masih terdapat sejumlah masalah pasca pandemi yang harus diselesaikan. Beberapa diantaranya yaitu: demand atau minat masyarakat yang mulai tinggi untuk menggunakan pesawat belum diimbangi dari sisi suplai atau ketersediaan armada pesawat. Selain itu, masih banyak bandara-bandara yang perlu terus ditingkatkan kapasitas dan kualitas pelayanannya.

Kolaborasi Global

Menhub mengharapkan adanya dukungan dan kolaborasi global dalam dunia penerbangan sipil melalui ICAO. Kolaborasi dan sinergitas yang dilakukan bisa dilakukan dalam banyak hal, salah satunya adalah dalam hal pendanaan untuk mendukung kebutuhan pengembangan di bidang penerbangan yang sejalan dengan sasaran strategis ICAO.

"Untuk itu kami berupaya mengintensifkan kemitraan dengan sejumlah negara. Mengingat kemampuan fiskal negara (APBN) yang terbatas, kami membuka peluang kerjasama melalui berbagai skema kerjasama pemerintah dan badan usaha," katanya.

Sejumlah kemitraan yang dilakukan seperti: kerja sama kemitraan antara Angkasa Pura 2 dengan GMR India di Bandara Kualanamu, Medan, serta kerja sama kemitraan melalui konsorsium Angkasa Pura I Wika dan Incheon Airport di Bandara Batam.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan terima kasih kepada ICAO yang telah memberikan kesempatan untuk bisa berbagi pengalaman kepada para negara anggota ICAO dan para peserta yang hadir dalam pertemuan ini.

"Peran ICAO sangat penting untuk mempercepat pemulihan penerbangan global dan menjembatani upaya peningkatan konektivitas antar negara," ucap Menhub.

Menhub berharap ICAO dapat terus memberikan fasilitas peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi para pelaku industri penerbangan, melalui berbagai program seperti workshop, seminar dan program vokasi lainnya. Menurutnya, hal ini dibutuhkan oleh para pelaku industri penerbangan, agar tetap memenuhi standar internasional dan meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.