CEO Dua Merek Naungan Tjufoo Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2023
📅 Selasa, 30 Mei 2023, 19:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Tjufoo, agregator merek (brand aggregator) dengan misi Indonesia First, berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan strategis bersama brand-brand lokal demi meningkatkan skala bisnis mereka. Yang terbaru, Tjufoo telah mengakuisisi Dapur Cokelat sang legenda chocolate and cake dan Muscle First, penyedia suplemen kesehatan, yang terbilang sukses berinovasi dalam menghadapi tantangan selama pandemi.
Baru-baru ini, majalah Forbes Asia mengumumkan CEO Dapur Cokelat, Silvano Christian dan Founder Muscle First, Clinton Augusto dan Sally Varsy, masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia 2023, yang menjadi bukti nyata potensi bisnis direct-to-consumer di Indonesia.
Co-Founder & Chief Executive Officer Tjufoo, TJ Tham, mengatakan sebagai agregator merek yang menaungi Dapur Cokelat dan Muscle First, Tjufoo mengucapkan selamat kepada Silvano Christian, serta Clinton Augusto dan Sally Varsy, yang sukses tergabung di Forbes 30 Under 30 Asia 2023. Prestasi mereka membuktikan bahwa kualitas brand-brand lokal Indonesia mampu bersaing di kancah global.
"Kami harap, kesuksesan mereka mampu menginspirasi merek dan talenta lokal lainnya untuk terus bertumbuh dalam membangun bisnisnya, dan sebagai house of brands, Tjufoo berkomitmen merangkul lebih banyak merek dan founder dengan growth-mindset agar bisa naik kelas melalui ekosistem kami yang growing," kata TJ Tham melalui siaran pers Selasa (30/5).
TJ Tham menambahkan, Tjufoo berharap melanjutkan peran nyatanya dalam memperkuat strategi bisnis Dapur Cokelat dan Muscle First. Peran tersebut dijalankan dengan memaksimalkan expertise Tjufoo dalam memberikan akses eksklusif ke jejaring industri yang luas hingga menyediakan infrastruktur online-to-offline-to-online (O2O2O) yang terdepan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Langkah tersebut dilakukan untuk membantu Dapur Cokelat dan Muscle First untuk terus berinovasi dan memperkuat relevansinya dalam merangkul pasar yang lebih luas," katanya.
Bergabung dengan Dapur Cokelat yang pada tahun ini menginjak usia 22 tahun, Silvano Christian telah berhasil membuat Dapur Cokelat lebih relevan dengan memanfaatkan saluran penjualan daring serta menambahkan titik penjualan (delivery point) di berbagai wilayah potensial agar dapat menjangkau pelanggan Dapur Cokelat lebih dekat.
Sementara, Clinton Augusto dan Sally Varsy yang sekarang merupakan pasangan suami istri, memulai karir dengan bertahun-tahun menjual suplemen impor, sebelum akhirnya memutuskan membangun merek mereka sendiri, Muscle First, pada tahun 2017, yang menawarkan pilihan yang lebih terjangkau dan rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2020 menjadi tantangan terberat kedua merek seiring pembatasan sosial di tengah pandemi Covid-19, yang berdampak pada melemahnya permintaan konsumen dan aktivitas penjualan di ranah offline. Komitmen produk sentris dan konsumen sentris menjadi strategi kedua merek dalam memperluas jangkauan dan lebih dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia. Termasuk diantaranya, konsisten berinovasi untuk diversifikasi produk dan mengikuti tren yang berkembang di masyarakat.
Silvano mengungkapkan, pandemi yang berlangsung selama hampir tiga tahun terakhir menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Dapur Cokelat selama 22 tahun berbisnis. Ia melihat ada urgensi untuk lebih lincah dengan memanfaatkan peluang dan menjalankan bisnis di tengah berbagai keterbatasan selama pandemi.
Dapur Cokelat menghadirkan berbagai inovasi yang dihadirkan untuk bisa beradaptasi, mulai dari menjual produk premix untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin mengisi waktu luang dirumah dengan belajar baking dengan mudah menggunakan produk premix Dapur Cokelat. Selain itu ia mendirikan titik penjualan di berbagai wilayah potensial agar dapat menjangkau pelanggan Dapur Cokelat lebih dekat.
"Selanjut kami meluncurkan aplikasi Dapur Cokelat untuk semakin mempermudah pelanggan bertransaksi produk Dapur Cokelat dimana saja dan kapan saja secara daring," kata Silvano.
Lebih lanjut, Silvano mengungkapkan bahwa resiliensi bisnis menjadi alasan utama Dapur Cokelat memutuskan bergabung ke dalam ekosistem Tjufoo. Pihaknya harus lincah beradaptasi terhadap perubahan preferensi konsumen yang semakin cerdas digital (digital savvy).
"Inilah mengapa kami memilih bergabung dengan ekosistem Tjufoo, karena kami melihat beberapa manfaat yang ditawarkan dan dukungan yang diberikan, seperti expertise dan skill yang dibutuhkan merek, sehingga kami dapat lebih siap menumbuhkan Dapur Cokelat ke tingkat selanjutnya di tengah kompetisi industri yang semakin tinggi," ujar Silvano.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!