Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Naik di Asia, AS Capai Kesepakatan Utang Sementara

24 Senin, 29 Mei 2023, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik di Asia, AS Capai Kesepakatan Utang Sementara Harga Minyak Naik di Asia, AS Capai Kesepakatan Utang Sementara Doc: ANTARA/Moch Asim
Ket. Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai.

SINGAPURA - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Senin (29/5) pagi, setelah para pemimpin AS mencapai kesepakatan plafon utang tentatif, kemungkinan mencegah gagal bayar (default) di ekonomi dan konsumen minyak terbesar dunia itu.

Minyak mentah berjangka Brent terangkat 39 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 77,34 dolar AS per barel pada pukul 23.17 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 45 sen atau 0,6 persen. menjadi diperdagangkan di 73,12 dolar AS per barel,

Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy pada Sabtu (27/5) mencapai kesepakatan prinsip untuk menangguhkan plafon utang 31,4 triliun dolar AS. Kedua pemimpin menyatakan keyakinannya pada Minggu (28/5) bahwa anggota partai Demokrat dan Republik akan memberikan suara untuk mendukung kesepakatan tersebut.

Namun bantuan untuk pasar keuangan global dapat berumur pendek karena setelah kesepakatan disetujui, Departemen Keuangan AS diperkirakan akan menerbitkan obligasi yang akan semakin memperketat likuiditas dan membuat pendanaan lebih mahal bagi perusahaan-perusahaan yang sudah terhuyung-huyung akibat suku bunga tinggi.

Pekan lalu, Brent dan WTI membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut lebih dari satu persen didukung kemajuan pembicaraan plafon utang AS dan setelah menteri energi Saudi memperingatkan para short-seller atau mereka yang bertaruh harga minyak akan jatuh untuk "hati-hati" terhadap rasa sakit.

Beberapa investor menganggap peringatan itu sebagai sinyal bahwa OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, dapat mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut pada pertemuan pada 4 Juni.

Namun, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pekan lalu, ia mengharapkan tidak ada langkah baru dari OPEC+ karena keputusan pengurangan produksi sukarela dibuat hanya sebulan yang lalu.

Perusahaan energi AS memangkas rig untuk minggu keempat berturut-turut, dengan rig minyak turun lima menjadi 570 minggu lalu ke level terendah sejak Mei 2022, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co dalam laporan mingguannya pada Jumat (26/5).

Investor mengamati data manufaktur dan jasa Tiongkok minggu ini serta data penggajian nonpertanian AS pada Jumat (2/6) untuk sinyal pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.