Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi Ungkap Merokok Tingkatkan Risiko Penyusutan Otak

📅 Sabtu, 27 Mei 2023, 11:40 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Merokok Tingkatkan Risiko Penyusutan Otak Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Merokok merupakan kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Selain merusak paru-paru dan menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker, serangan jantung, dan stroke.

Sebuah studi baru menemukan bahwa perokok setiap hari berisiko tinggi mengalami penyusutan otak. Para ilmuwan yang menganalisis pemindaian otak partisipan dari UK Biobank dengan kebiasaan merokok yang dilaporkan sendiri menemukan bahwa otak perokok setiap hari berukuran 0,4 inci kubik lebih kecil daripada mereka yang tidak pernah merokok.

Para peserta mengikuti dua survei, satu kali antara tahun 2006 hingga 2010 dan yang berikutnya antara tahun 2012 dan 2013. Mereka juga menjalani pemeriksaan MRI otak. Para peneliti menemukan bahwa peserta yang tidak merokok memiliki volume otak yang lebih besar jika dibandingkan dengan perokok.

Terdapat penurunan 0,3 inci kubik dalam ukuran materi abu-abu dan penurunan 0,1 inci kubik pada materi putih di antara para perokok. Materi abu-abu otak bekerja dengan emosi dan memori, sedangkan materi putih berhubungan dengan transfer informasi.

Studi ini juga menemukan bahwa frekuensi merokok juga memiliki hubungan yang kuat dengan penyusutan otak.

Mereka yang menghentikan kebiasaan tersebut dapat membalikkan penurunan massa otak. Para peneliti menyarankan bahwa seseorang dapat meningkatkan volume materi abu-abu sebesar 0,005 inci kubik setiap tahun dengan tidak merokok.

"Ini adalah penelitian yang sangat penting, penelitian ini dilakukan dengan ketat dan hasilnya penting dari perspektif kesehatan masyarakat," kata Dajiang Liu, yang mempelajari genetika risiko merokok di Penn State College of Medicine dan tidak terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari Medical Daily, Selasa (23/5).

Penyusutan otak atau atrofi otak dikaitkan dengan gejala-gejala seperti kehilangan otot, penglihatan kabur, disorientasi, kehilangan koordinasi, kelemahan otot, dan penyakit Alzheimer. Menurut perkiraan, 14 persen kasus penyakit Alzheimer di dunia dapat dikaitkan dengan kebiasaan merokok.

"Hubungan antara merokok dan Alzheimer dapat terjadi melalui efek merokok pada morfometri otak mengingat bahwa penurunan materi abu-abu dan putih adalah ciri khas Alzheimer dan bentuk demensia lainnya," tulis para peneliti.

"Merokok dikaitkan dengan kecepatan pemrosesan yang lebih rendah, kemampuan kognitif umum yang lebih buruk, pengambilan keputusan yang lebih buruk, dan peningkatan impulsif. Selain itu, hal ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia, terutama pada individu yang lebih tua," tambah mereka.

Adapun beberapa cara untuk berhenti merokok, seperti mencoba terapi pengganti nikotin, menemukan pemicu dan menghindarinya, mengunyah sesuatu untuk menahan keinginan merokok. Kemudian, mencoba melakukan aktivitas fisik untuk mengalihkan perhatian, mencoba teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, relaksasi otot, atau yoga, serta mengingatkan diri sendiri tentang manfaat kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.