Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dolar Melemah karena Investor Optimistis terhadap Pembicaraan Utang AS

📅 Sabtu, 27 Mei 2023, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Melemah karena Investor Optimistis terhadap Pembicaraan Utang AS Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023).

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama pada akhir perdagangan Jumat (26/5) atau Sabtu pagi WIB, karena investor optimistis terhadap prospek pembicaraan plafon utang AS namun bersiap untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut pasar ditopang suku bunga lebih tinggi untuk jangka lebih lama.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,04 persen menjadi 104,2036 pada akhir perdagangan.

Kemajuan dalam pembicaraan antara Presiden Joe Biden dan anggota kongres utama Republik Kevin McCarthy membantu meredakan kegelisahan investor, tetapi keraguan tetap ada tentang kapan kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan.

Biden dan McCarthy mendekati kesepakatan akan menaikkan plafon utang pemerintah sebesar 31,4 triliun dolar AS selama dua tahun sambil membatasi pengeluaran untuk sebagian besar barang, kata seorang pejabat AS seperti dikutip Reuters menjelang liburan panjang akhir pekan di AS, memperingatkan bahwa "masalah utama" tetap ada.

Ketua DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Kamis (25/5) malam, "Kami telah berbicara dengan Gedung Putih sepanjang hari, kami bolak-balik, dan itu tidak mudah. Butuh beberapa saat untuk mewujudkannya, dan kami bekerja keras untuk membuatnya terjadi".

Presiden AS Joe Biden juga mengatakan Kamis (25/5) sore bahwa negosiator "membuat kemajuan".

"Berita utama pagi ini menunjukkan bahwa setelah berbagai pertemuan, kesenjangan antara Gedung Putih dan mayoritas DPR menyempit ketika sampai pada kesepakatan. Tentu saja, ini menghilangkan beberapa kekuatan yang telah diandalkan dolar sepanjang Mei," kata sebuah catatan oleh Monex USA, penyedia valuta asing, manajemen risiko dan solusi pembayaran internasional.

Sementara itu, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang mengukur berbagai barang dan jasa dan menyesuaikan dengan perubahan perilaku konsumen, naik 0,4 persen bulan ke bulan pada April, lebih tinggi dari 0,3 persen dari konsensus perkiraan dan 0,1 persen dari ekspansi pada Maret, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi AS pada Jumat (26/5).

"Bukan itu yang ingin dilihat The Fed," kata Andrew Patterson, ekonom internasional senior di Vanguard. "Peningkatan jasa-jasa ... bukanlah kabar baik bagi The Fed dalam hal membawa inflasi kembali ke target".

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0730 dolar AS dari 1,0722 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2350 dolar AS dari 1,2318 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 140,6220 yen Jepang, lebih tinggi dari 139,9710 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9047 franc Swiss dari 0,9063 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3615 dolar Kanada dari 1,3638 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,8130 krona Swedia dari 10,8328 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

52 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.