Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semoga segera Ditemukan Solusi Menyeluruh, Pakar: Indonesia Harus Punya Pendekatan Sendiri Atasi Krisis Myanmar

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga segera Ditemukan Solusi Menyeluruh, Pakar: Indonesia Harus Punya Pendekatan Sendiri Atasi Krisis Myanmar Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Bangku yang disediakan untuk negara Myanmar tidak diisi oleh perwakilan negaranya saat KTT Asean 2022 di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja, Jumat (11/11/2022). Dalam KTT Asean 2022 di Phnom Penh, Kamboja ini diantaranya membahas isu-isu utama yakni krisis Myanmar.

Jakarta - Semoga segera ditemukan solusi menyeluruh. Pakar kebijakan luar negeri Dr Rizal Sukma menilai bahwa Republik Indonesia harus menerapkan pendekatan sendiri dalam menangani krisis Myanmar setelah tak ada kemajuan dari Myanmar untuk menerapkan Konsensus Lima Poin.

"Saya kira Indonesia tidak harus bergantung terus-menerus pada Asean. Harus ada juga sebuah pendekatan Indonesia seperti saat kita berhadapan dengan Kamboja pada saat itu," kata Rizal dalam diskusi yang ditayangkan di YouTube pada Senin.

Ia mengingatkan mengenai konflik Kamboja yang terjadi pada 1950-an setelah merdeka dari Prancis pada 1953.

Konflik bersaudara itu telah menyebabkan genosida besar-besaran dan bencana kelaparan yang menewaskan jutaan rakyat.

Konflik di Kamboja makin parah ketika Vietnam mencampuri urusan dalam negeri Kamboja bahkan turut mengendalikan pemerintahan.

Kondisi itu juga menyebabkan banyak pengungsi Kamboja menetap di daerah perbatasan sehingga menimbulkan masalah perbatasan di Indochina.

Namun, Indonesia berhasil mengajak berbagai pihak yang berselisih untuk berkumpul, berdiskusi, dan mencari jalan tengah melalui perundingan Jakarta Informal Meeting (JIM). Konflik Kamboja pun usai ketika para pihak yang bertikai menandatangani Perjanjian Paris pada 23 Oktober 1991.

"(Isu Myanmar) adalah masalah terberat yang pernah dihadapi Asean. Indonesia harus mulai melakukan pendekatan sendiri seperti saat kita mengajak Kamboja untuk bersepakat dan menandatangani Perjanjian Paris," ujar Rizal.

Sementara itu, para pemimpin negara anggota Asean tetap berpegangan pada Konsensus Lima Poin sebagai acuan utama dalam menangani isu Myanmar. Itu disampaikan dalam pernyataan bersama para pemimpin Asean pada KTT ke-42 Asean di Labuan Bajo, Rabu (10/5).

Negara-negara anggota Asean juga mengeluarkan pernyataan bersama untuk mendukung upaya Indonesia melanjutkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan Indonesia siap berbicara dengan para pemangku kepentingan di Myanmar untuk kepentingan kemanusiaan.

Namun, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pendekatan dengan para pemangku kepentingan di Myanmar, bukan berarti Asean menoleransi krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Myanmar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.