Manfaat Mendengarkan Musik bagi Penderita Alzheimer dan Demensia
Sabtu, 13 Mei 2023, 16:45 WIBPenyakit Alzheimer adalah penyakit progresif yang berdampak negatif pada daya ingat, pembelajaran, dan perilaku. Sejauh ini belum ada obat untuk penyakit Alzheimer, melainkan hanya untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit.
Beberapa penelitian mendukung penggunaan terapi musik dan aktivitas musik lainnya untuk membantu mengurangi gejala Alzheimer. Berbagai jenis intervensi musik telah terbukti mempengaruhi gejala penyakit Alzheimer yang berbeda.
Dilansir dari Healthline, terapi musik adalah pendekatan berbasis bukti yang menggunakan musik untuk meningkatkan hasil kesehatan. Terapis musik yang berkualifikasi dapat membuat program khusus untuk membantu Anda atau orang yang Anda cintai yang memiliki kebutuhan fisik, emosional, sosial, atau kognitif.
Menurut American Music Therapy Association (AMTA), terapi musik dapat membantu meningkatkan memori, ekspresi dan komunikasi, manajemen stres, pereda nyeri, dan rehabilitasi fisik
Terapi musik harus melibatkan terapis musik bersertifikat yang dapat membuat rencana individual untuk pasien atau klien. Penelitian menunjukkan bahwa rencana individual lebih efektif daripada rencana umum.
Penelitian juga menunjukkan bahwa intervensi musik kelompok juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan, meskipun tidak dipimpin oleh terapis musik. Namun intervensi ini juga membutuhkan pemikiran dan perencanaan.
Carol Beynon, profesor emerita di Western University di London, Kanada, mencatat bahwa keberhasilan intervensi semacam itu sering kali bergantung pada para pemimpin yang bijaksana dan berpengetahuan luas.
"Komponen-komponen kunci termasuk musik apa yang digunakan, bagaimana musik itu digunakan, dan siapa yang mengajar," kata Beynon.
Penelitian menunjukkan bahwa musik juga berdampak positif pada kesehatan penderita penyakit Alzheimer. Musik juga dapat membantu menunda timbulnya Alzheimer pada orang yang berisiko.
Baik di bawah bimbingan terapis musik bersertifikat atau sebagai bagian dari aktivitas kelompok, intervensi musik dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita Alzheimer dan pengasuhnya.
Sebuah penelitian tahun 2021 menemukan bahwa intervensi aktif lebih baik daripada intervensi pasif dalam meningkatkan kognisi, perilaku, dan fungsi motorik pada penderita penyakit Alzheimer.
Intervensi musik bisa dilakukan secara pasif atau reseptif, melibatkan mendengarkan musik. Tujuannya adalah agar musik membangkitkan respons emosional atau merangsang memori.
Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa intervensi pasif lebih baik daripada intervensi aktif dalam mengurangi kecemasan, agitasi, dan masalah perilaku pada orang dengan demensia. Penelitian medis tampaknya mengkonfirmasi pengamatan Beynon bahwa intervensi musik dapat membantu dengan cara-cara berikut.
Meningkatkan daya ingat
Musik dapat membantu penderita Alzheimer mengingat kembali detail-detail dalam hidupnya. Para peneliti menyebutnya sebagai ingatan otobiografi yang dibangkitkan oleh musik, yang sering kali jelas dan terperinci. Efeknya paling kuat pada musik yang sudah dikenal, tetapi musik yang tidak dikenal pun bisa berpengaruh.
Meningkatkan kognisi
Sebuah tinjauan pada tahun 2023 terhadap penelitian dari tiga benua menemukan bahwa terapi musik membantu meningkatkan fungsi kognitif pada penderita Alzheimer. Para penulis juga mencatat bahwa intervensi aktif memiliki efek yang lebih besar.
Mengurangi gejala perilaku dan psikologis
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa intervensi musik dapat membantu penderita demensia mengurangi gejala, seperti kecemasan, depresi, agitasi, dan apatis.
Bernyanyi dan gabungan teknik musik adalah yang paling efektif. Hasilnya beragam saat mendengarkan musik atau memainkan alat musik.
Meningkatkan kefasihan verbal
Uji klinis telah menemukan bahwa terapi musik dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan verbal pada penderita demensia. Bernyanyi, menulis lagu, dan membaca lirik lagu semuanya membantu meningkatkan keterampilan ini. Uji coba pada tahun 2018 mencatat efek positif secara khusus pada penderita penyakit Alzheimer ringan.
Meningkatkan kualitas hidup
Sebuah tinjauan pada tahun 2022 terhadap 26 penelitian menemukan peningkatan yang signifikan dalam kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mental di antara orang-orang dengan Alzheimer ketika terapi musik ditambahkan ke dalam pengobatan standar mereka. Para penulis studi juga menemukan peningkatan ringan dalam kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan fisik. Namun mereka memperingatkan agar tidak melakukan generalisasi karena ada banyak variasi dalam hasilnya.
Seperti kebanyakan terapi lainnya, terapi musik memiliki beberapa risiko. Beberapa orang mungkin mengalami peningkatan kecemasan akibat partisipasi aktif dalam musik.
Memilih musik yang salah juga dapat menyebabkan mendengarkan musik memberikan hasil yang negatif. Risiko yang mungkin terjadi meliputi, stimulasi berlebihan, kecemasan atau kebingungan, dan memicu ingatan negatif.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.