Regulator Menyita dan Menjual Aset First Republic Bank
📅 Rabu, 03 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiGedung Putih juga memuji tindakan tegas regulator untuk melindungi deposan dan menjaga stabilitas sistem perbankan. Sekretaris pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, mengatakan tindakan itu juga akan memastikan bahwa First Republic, salah urus dan akan dimintai pertanggungjawaban.
Para analis dan eksekutif industri mengatakan kesepakatan yang dicapai pada akhir pekan setelah FDIC menjalankan proses lelang membuat beberapa bank lain menawar akan menenangkan pasar. Tetapi, mereka menambahkan bahwa itu harus dibayar mahal. Bank-bank terbesar semakin kuat, sementara bank-bank kecil semakin sulit untuk melakukan bisnis.
Tidak Adil
CEO kelompok reformasi Wall Street Better Markets, Dennis Kelleher, mengatakan hasil lelang menunjukkan konsolidasi yang tidak sehat, persaingan tidak adil, peningkatan berbahaya pada bank yang terlalu besar untuk gagal sehingga semuanya merugikan bank komunitas, pinjaman usaha kecil, dan pertumbuhan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara Jane Fraser, CEO rival Citigroup, memuji kesepakatan tersebut sebagai penyelesaian sumber ketidakpastian utama terakhir untuk sektor ini setelah periode kekacauan. "Jangan menodai semua bank regional dan kecil karena memiliki masalah besar," kata Fraser dalam sebuah konferensi seperti dikutip dari Antara.
Menanggapi kondisi tersebut, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Mohammad Nasih, mengatakan penyitaan dan penjualan aset tersebut merupakan upaya penyelamatan regulator AS terhadap perbankan di negara itu.
"Kalau ada bank besar yang gagal atau bangkrut itu akan pasti punya dampak, sehingga ikhtiar (upaya) penyelamatan tentu harus dilakukan," kata Nasih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akuisisi oleh perusahaan lain menjadi salah satu kunci (penyelamatan) karena dampak finansialnya yang terlalu tinggi dan struktur permodalan yang berdampak pada perusahaan. Dia pun berharap di Indonesia, Bank Indonesia, OJK, dan LPS sudah memberi jaminan untuk mengamankan industri jasa keuangan agar tidak menjadi persoalan yang besar atau sistemik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!