Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ajaran Aristoteles Pengaruhi Pendapat Matahari Sebagai Pusat

📅 Selasa, 25 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh:
Ajaran Aristoteles  Pengaruhi Pendapat Matahari Sebagai Pusat Doc: Istimewa

Teori Copernicus banyak mendapat penolakan dari para ilmuwan. Hal ini karena teori yang ia bangun bertolak belakang dengan ajaran Aristoteles yang begitu dominan saat itu. Ia berpendapat jika Bumi bergerak, maka seharusnya terjadi angin kencang yang konstan. Akibatnya benda-benda tidak akan jatuh secara vertikal.

Salah satu kritikus Copernicus yang paling terkenal adalah astronom Denmark, Tycho Brahe (1541-1601). Ia mengklaim melakukan pengamatan jauh lebih akurat daripada yang pernah dilakukan Copernicus dengan merumuskan teori semacam kompromi.

Planet-planet memang berputar mengelilingi Matahari, tetapi Matahari itu sendiri dan bintang-bintang tetap berputar mengelilingi bumi yang tidak bergerak. Secara matematis, model ini memberikan hasil yang sama dengan Copernicus, tetapi tidak bertentangan dengan Alkitab atau Aristoteles.

Sedangkan ilmuwan Italia terkenal, Galileo Galilei (1564-1642) yang penganut heliosentrisme sejak masa mudanya menjadi pembela utamanya. Berdasarkan eksperimen, dia menolak fisika Aristoteles dan membuatnya masuk akal bahwa Bumi bergerak tanpa manusia sadari.

Sejak 1609, Galileo adalah salah satu orang pertama yang mempelajari benda langit dengan teleskop. Dia membuat dua penemuan spektakuler yang mendukung heliosentrisme. Dia menemukan bahwa empat benda langit berputar mengelilingi planet Jupiter.

Itu bukan bukti kuat dari teori Copernicus, tetapi itu berarti bahwa tidak semuanya berputar mengelilingi Bumi. Jupiter memiliki bulan, sama seperti Bumi memilikinya. Lalu mengapa Bumi tidak menjadi planet seperti Jupiter, berputar mengelilingi Matahari?

Tak lama kemudian, Galileo menemukan planet Venus memiliki fase seperti Bulan. Mereka hanya dapat dijelaskan dengan mengasumsikan bahwa Venus berputar mengelilingi Matahari. Oleh karena itu, teori heliosentris jauh lebih mungkin daripada teori geosentris lama.

Keyakinan Galileo tidak bisa lagi menahan kemenangan heliosentrisme. Dia tidak lebih dari barisan belakang. Sebelumnya, astronom besar Jerman Johannes Kepler (1571-1630) telah merumuskan tiga hukum tentang gerak planet mengelilingi Matahari.

Akibatnya, posisi planet digambarkan jauh lebih baik daripada yang bisa dilakukan Copernicus.

Bahwa Bumi benar-benar bergerak ditunjukkan pada 1728 oleh astronom Inggris, James Bradley. Dia menemukan bahwa posisi bintang-bintang sedikit berubah karena efek yang dihasilkan dari pergerakan Bumi mengelilingi Matahari. Bukti jelas tentang perputaran Bumi pada porosnya diberikan pada tahun 1851 oleh fisikawan Prancis, Léon Foucault, dengan pendulumnya yang terkenal. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.