Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembocor Dokumen Rahasia Militer AS Adalah Peminat Senjata Api

📅 Kamis, 13 Apr 2023, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembocor Dokumen Rahasia Militer AS Adalah Peminat Senjata Api Doc: ANTARA/Ardika
Ket. Ilustrasi - Seorang agen mata-mata.

New York - Orang yang membocorkan dokumen rahasia militer Amerika Serikat sehingga memicu investigasi keamanan berskala nasional, adalah seorang peminat senjata api berusia 20-an yang bekerja di pangkalan militer, dikutip dari Washington Post.

Media AS itu mengabarkan bahwa orang itu membagikan dokumen tersebut ke sebuah grup di Discord, sebuah platform pesan instan, yang berisi sekitar 20 orang yang memiliki kecintaan terhadap "senjata, perlengkapan militer, dan Tuhan".

Washington Post mendapatkan laporannya melalui wawancara dengan dua anggota grup Discord tersebut.

Reuters tidak bisa melakukan verifikasi terhadap laporan tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Discord pada Rabu (12/4), mereka mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan penegak hukum.

Departemen Pertahanan dan Departemen Kehakiman AS belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar dari Reuters.

Departemen Kehakiman membuka investigasi kasus kriminal formal pekan lalu setelah persoalan tersebut dirujuk oleh Pentagon.

Pentagon, sebutan bagiDeptan AS, melakukan asesmen terhadap dampak yang ditimbulkan dari peristiwa yang dapat disebut sebagai insiden kebocoran data AS terparah selama bertahun-tahun.

Orang yang diduga membocorkan dokumen itu dikenal sebagai OG, singkatan dari Original Gangster, sebuah slang yang dapat bermakna orang berpandangan kuno atau tradisionalis.

Menurut salah satu narasumber yang diwawancarai oleh Washington Post, OG berumur antara awal atau pertengahan 20-an, dan dikagumi oleh para anggota grup Discord itu.

"Dia fit. Dia kuat. Dia bersenjata. Dia terlatih. Segala yang bisa kamu bayangkan dari sejenis film gila," kata seorang anggota grup Discordyang masih berusia di bawah 18 tahun, dan bersedia diwawancara secara anonim atas izin ibunya, sebutWashington Post.

Gambar-gambar dari dokumen rahasia Amerika Serikat terpampang di berbagai platform media seperti Discord, 4Chan, Telegram, dan Twitter, dalam insiden kebocoran informasi Amerika Serikat terparah selama bertahun-tahun.

Badan keamanan nasional Amerika Serikat dan Departemen Kehakiman sedang menyelidiki kasus tersebut untuk menilai bagaimana dampaknya terhadap keamanan nasional, serta hubungan dengan para sekutu dan negara-negara lain, seperti Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.