- Home
-
- Luar Negeri
-
- Malaysia Tegaskan akan Mel...
Malaysia Tegaskan akan Melindungi Haknya di Laut Tiongkok Selatan
Minggu, 09 Apr 2023, 10:04 WIBKUALA LUMPUR - Malaysia mengatakan pada Sabtu (8/4) pihaknya berkomitmen kuat untuk melindungi hak kedaulatan dan kepentingannya di Laut Tiongkok Selatan setelah Tiongkok menyatakan keprihatinan tentang proyek energi Malaysia di bagian laut yang juga diklaim Tiongkok.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pada Selasa (4/4), Tiongkok khawatir tentang aktivitas perusahaan energi Petronas di bagian Laut Tiongkok Selatan yang menurut Malaysia adalah wilayahnya.
Anwar mengatakan dia terbuka untuk bernegosiasi dengan Tiongkok. Pernyataan yang menuai kritik dari oposisi, yang mengatakan Anwar mempertaruhkan kedaulatan Malaysia.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan dalam pernyataan hari Sabtu (8/4), pernyataan Anwar itu mengartikan Malaysia ingin semua masalah yang berkaitan dengan Laut Tiongkok Selatan diselesaikan dengan cara damai dan tanpa mengorbankan posisi Malaysia.
"Pemerintah Malaysia secara tegas dan tegas berkomitmen untuk melindungi kedaulatan, hak kedaulatan, dan kepentingan Malaysia di wilayah maritimnya di Laut Tiongkok Selatan," kata kementerian itu.
Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan, yang dilalui kapal dagang bernilai sekitar 3 triliun dolar AS setiap tahunnya. Malaysia, Brunei, Filipina, Taiwan, dan Vietnam memiliki beberapa klaim yang tumpang tindih.
Petronas mengoperasikan ladang minyak dan gas di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Malaysia dan dalam beberapa tahun terakhir beberapa kali bertemu dengan kapal-kapal Tiongkok.
Tiongkok mempertaruhkan klaimnya dengan mengacu pada "sembilan garis putus-putus" pada petanya, yang melingkar sejauh 1.500 km di selatan daratannya, memotong ZEE Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.
Pengadilan Arbitrase Permanen memutuskan pada 2016 bahwa sembilan garis putus-putus tidak memiliki dasar hukum.
Anwar mengatakan, pekan ini Petronas akan melanjutkan aktivitasnya di Laut Tiongkok Selatan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat
-
PM Malaysia Sampaikan Simpati atas Bencana Erupsi Gunung-Kabut Asap di Indonesia
-
Warga Aceh Barat Diimbau Manfaatkan Diskon PBB 50%
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.