Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belasan Kelompok Tani Hutan Pulihkan Ekosistem di Gunung Halimun Salak

📅 Minggu, 09 Apr 2023, 17:11 WIB | Oleh:
Belasan Kelompok Tani Hutan Pulihkan Ekosistem di Gunung Halimun Salak Doc: ANTARA/HO-Kementerian LHK
Ket. Sejumlah petani yang tergabung ke dalam kempok tani hutan memperlihatkan dokumen kerja sama kemitraan untuk memulihkan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Jawa Barat.

JAKARTA - Sebanyak 15 kelompok tani hutan atau KTH telah melakukan perjanjian kerja sama kemitraan untuk memulihkan ekosistem Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang berlokasi di Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengatakan skema kemitraan itu mengharuskan masyarakat menanam pohon endemik Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan jarak tanam tertentu yang dikombinasikan dengan jenis tanaman produktif lainnya.

"Kemitraan itu diharapkan bisa peningkatan kualitas ekosistem hutan dengan tetap memperhatikan peningkatan taraf sosial dan ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya," kata Bambang di Jakarta, Sabtu.

Sebanyak 15 kelompok tani hutan itu tersebar di Bogor dan Sukabumi dengan rincian KTH UEM Pancar Bakti, KTH Berkah Tani, KTH Tugu Tani, KTH Naga Lestari, KTH Cahaya Mandiri, KTH Naga Tonjong, KTH Datar Tani, dan KTH Jaya Mekar Gede Harepan.

Selanjutnya, ada KTH Mekar Mukti, KTH Segar Alam, KTH Sumber Rezeki, KTH Tumaritis, KTH Jaya Berkah, KTH Sukamanah, dan KTH Kelompok Pelestarian Lingkungan (Kopel).

Total anggota 15 kelompok tani hutan yang menandatangani perjanjian kerja sama kemitraan konservasi tersebut mencapai 1.314 orang yang secara kesejarahan telah melakukan aktivitas penggarapan atau budidaya pertanian berupa ladang maupun kebun palawija, sayuran dan tumbuhan semusim lainnya.

Luas lahan yang mereka garap mencapai 1.021,83 hektare di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kemitraan konservasi belasan kelompok tani hutan itu merupakan yang pertama disetujui di Indonesia, sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Cipta Kerja bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Kemitraan tersebut dalam rangka pemulihan ekosistem sekaligus menjadi solusi penyelesaian permasalahan penguasaan lahan negara di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak oleh masyarakat yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Bahkan, sejak sebelum lahan tersebut ditunjuk sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan catatan bahwa luas penguasaan lahan tersebut tidak melebihi lima hektare untuk setiap petani.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.