Semoga Perang di Ukraina Segera Berakhir, Macron Desak Xi Ajak Seluruh Pihak yang Terlibat Duduk Bersama untuk Negosiasi
📅 Jumat, 07 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Media Center G20 Indonesia/Galih Pradipta
Ankara - Semoga perang di Ukraina segera berakhir. Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis mendesak Presiden China Xi Jinping untuk memainkan perannya dan mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam perang Rusia-Ukraina untuk duduk bersama guna melakukan negosiasi.
Dalam pertemuan bilateral dengan Xi, Macron membahas beberapa hal, termasuk kemitraan strategis antara kedua negara serta perdamaian dan stabilitas di dunia.
"Agresi Rusia terhadap Ukraina merupakan pukulan bagi stabilitas dan mengakhiri perdamaian puluhan tahun di Eropa," kata Macron kepada Xi, menurut laporan media Prancis, mengutip Kantor Kepresidenan Prancis.
"Saya tahu, saya dapat mengandalkan Anda untuk dua prinsip yang baru saja saya usulkan: menyadarkan Rusia dan mengajak semua orang ke meja perundingan," katanya.
Xi mengadakan upacara untuk menyambut kedatangan Macron di Balai Agung Rakyat, Beijing menjelang pembicaraan bilateral mereka.
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Xi mengatakan kepada Macron bahwa China dan Prancis memiliki "kemampuan dan tanggung jawab untuk mengatasi perbedaan dan tantangan... serta mempraktikkan multilateralisme sejati demi perdamaian, stabilitas global dan kesejahteraan."
Menjelang pertemuan dengan Xi, Macron mengatakan pada Kamis bahwa China memiliki peran penting dalam membangun perdamaian.
"Saya yakin China memiliki peran penting dalam membangun perdamaian," kata Marcon, yang tiba di Beijing pada Rabu untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari.
Macron mengatakan pada konferensi pers bersama dengan Xi bahwa Prancis dan China harus bekerja sama untuk menjaga tatanan internasional yang mampu menghadapi tantangan saat ini.
Prancis dan China merupakan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB), bersama-sama dengan Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris.
"Berbicara tentang keamanan dan stabilitas hari ini adalah berbicara tentang perang yang dilancarkan oleh Rusia di Ukraina. Sebuah negara yang juga anggota tetap Dewan Keamanan (PBB) telah memutuskan untuk melanggar Piagam (PBB), dan kami tidak dapat menerima situasi ini. Itulah mengapa aksi diplomatik kami akan mengingatkan Rusia tentang kewajiban mereka," ujar Macron.
Dalam pertemuan itu, Macron juga menyampaikan harapannya agar tidak ada penggunaan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.
Sebelum terbang ke Beijing, Macron terlebih dahulu berbicara dengan Presiden AS Joe Biden pada Selasa.
Kedua pemimpin itu mempunyai tujuan yang sama untuk meyakinkan Xi agar menjadi penengah antara Rusia dan Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!