Militer AS Tewaskan Pemimpin Senior ISIS

Rabu, 05 Apr 2023, 02:30 WIB

BEIRUT - Militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa (4/4) mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan di Suriah yang menewaskan seorang pejabat senior kelompok Islamic State di Irak dan Suriah (ISIS) yang bertanggung jawab atas perencanaan serangan di Eropa.

"Serangan di barat laut Suriah pada Senin (3/4) telah menewaskan pemimpin senior ISIS Khalid Aydd Ahmad al-Jabouri," kata Komando Pusat AS (Centcom).

Ket. Foto: Kepala Centcom, Michael Kurilla — Sumber: AFP

Centcom menambahkan bahwa Jabouri ini bertanggung jawab atas perencanaan serangan (ISIS) ke Eropa.

Pernyataan itu tidak merinci lokasi serangan dan menambahkan bahwa tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan tersebut.

Meskipun terdegradasi, kelompok militan, yang digulingkan dari wilayah terakhirnya di Suriah pada 2019, "tetap dapat melakukan operasi di wilayah tersebut dengan keinginan untuk menyerang di luar Timur Tengah, kata kepala Centcom, Michael Kurilla.

"Jabouri juga mengembangkan struktur kepemimpinan untuk ISIS, dan kematiannya sementara akan mengganggu kemampuan organisasi untuk merencanakan serangan eksternal," ungkap Centcom.

ISIS telah mengklaim sejumlah serangan mematikan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan November 2015 di Paris dan sekitarnya yang menewaskan 130 orang dan satu lagi di Kota Nice, Prancis, pada Juli 2016 yang menewaskan 86 orang.

Pada tahun yang sama, tiga serangan bunuh diri di Belgia menewaskan lebih dari 30 orang. Pada Agustus 2017, serangan yang diklaim oleh ISIS di Barcelona dan tempat lain di Spanyol menewaskan 16 orang.

Serangan "Drone"

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), pemantau yang berbasis di Inggris atas konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade di Suriah, mengatakan Jabouri tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di wilayah Idlib di barat laut, wilayah yang saat ini masih dikuasai oleh kelompok teroris itu.

Dikatakan bahwa Jabouri dibunuh saat berbicara di telepon ketika ia berjalan di tempat terbuka dekat tempat dia menginap.

SOHR mengatakan bahwa Jabouri, yang berpura-pura sebagai warga Suriah, sebelumnya telah mencari perlindungan di daerah tersebut sekitar 10 hari yang lalu.

Kepala Centcom mengatakan bahwa ISIS, meskipun tidak lagi menguasai wilayah apa pun di Suriah atau Irak, terus menjadi ancaman bagi wilayah tersebut dan sekitarnya.

"Oleh karenanya, Centcom tetap berkomitmen untuk menumpas ISIS sampai ke akar-akarnya," kata Jenderal Kurilla.

Saat ini ada sekitar 900 tentara AS tetap berada di Suriah, sebagian besar di wilayah timur laut yang dikuasai Kurdi, sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang memerangi sisa-sisa ISIS, yang tetap aktif di Suriah dan negara tetangga Irak, beroperasi dari tempat persembunyian di daerah gurun dan pegunungan.

Pada Oktober 2019, Washington DC mengumumkan telah membunuh pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, dalam operasi di barat laut Suriah. Dua penerusnya juga tewas dalam operasi AS di barat laut Suriah dan operasi di selatan negara itu.

Pada Februari tahun ini, serangan helikopter AS menewaskan komandan ISIS, Hamza al-Homsi, yang mengawasi operasi militan di timur laut Suriah.AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.