Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Virus Marburg yang Mewabah di Afrika, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 14:50 WIB | Oleh:
Mengenal Virus Marburg yang Mewabah di Afrika, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya Doc: Arabian Business
Ket. Ilustrasi

Virus Marburg menjadi perhatian usai mewabah di Guinea Ekuatorial, Afrika. Adapun virus tersebut menjadi penyebab demam berdarah yang jarang terjadi, dengan daya tular dan fatalitas tinggi.

Meski belum terdeteksi di Indonesia, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengenali cara penularan virus Maburg.

Dilansir dari Antara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan virus Marburg yang menjadi penyebab penyakit virus Marburg (MVD) dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung.

Virus tersebut dapat menular melalui kulit yang rusak atau selaput lendir dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi dan melalui permukaan dan bahan misalnya selimut, pakaian yang terkontaminasi dengan cairan tersebut. Penularan melalui peralatan injeksi yang terkontaminasi atau luka jarum suntik dikaitkan dengan penyakit yang lebih parah, kerusakan yang cepat, dan kemungkinan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Masa inkubasi atau interval dari infeksi hingga timbulnya gejala bervariasi mulai dari dua hari hingga 21 hari. Orang yang tertular virus Marburg umumnya tiba-tiba merasakan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala parah, dan rasa tidak enak badan yang parah, nyeri otot. Pasien juga bisa terkena diare cair, sakit perut dan kram, mual dan muntah dapat dimulai pada hari ketiga. Diare bisa bertahan selama seminggu. Pada fase ini, mata pasien cekung, wajahnya tanpa ekspresi dan kelesuan yang ekstrem.

Gejala berat berupa perdarahan dapat terjadi pada hari kelima hingga ketujuh, dan pada kasus fatal perdarahan terjadi di beberapa area. Perdarahan dapat terjadi di hidung, gusi, dan vagina serta dapat keluar melalui muntah dan pada feses. Selama fase penyakit yang berat, pasien mengalami demam tinggi, dan gangguan pada sistem saraf pusat sehingga dapat mengalami kebingungan dan mudah marah. Orkitis (radang testis) telah dilaporkan kadang-kadang pada fase akhir penyakit (15 hari).

Dalam kasus yang fatal, kematian paling sering terjadi antara delapan dan sembilan hari setelah timbulnya gejala, biasanya didahului oleh kehilangan darah yang parah dan syok.

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk penyakit virus Marburg. Pada Mei 2020, European Medicines Agency (EMA) telah memberikan otorisasi pemasaran kepada Zabdeno dan Mvabe untuk Penyakit Virus Ebola. Kedua jenis vaksin ini berpotensi melindungi seseorang terhadap penyakit virus Marburg, tetapi efektivitasnya belum terbukti dalam uji klinis.

Cara Mencegah

Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah tips untuk mencegah masyarakat terkena penyakit virus Marburg.

1. Mengurangi kontak dengan kelelawar buah pembawa virus.

2. Konsumsi daging yang sudah dimasak sampai matang.

3. Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi.

4. Petugas kesehatan wajib menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.