Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gejolak Perbankan di AS Tak Pengaruhi Penyaluran Kredit

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 08:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gejolak Perbankan di AS Tak Pengaruhi Penyaluran Kredit Doc: Istimewa
Ket. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut penutupan perbankan di Amerika Serikat (AS) tidak akan mempengaruhi penyaluran kredit perbankan di dalam negeri. OJK memperkirakan penyaluran kredit perbankan di dalam negeri tetap tumbuh sekitar 10 sampai 12 persen secara tahunan pada 2023.

"Kalau melihat dari pertumbuhan kredit yang terjadi pada Februari 2023 dan angka-angka awal di Maret yang baru lewat ini, kita masih menyaksikan pertumbuhan kredit tetap berada dalam kisaran double digit atau 10 persen ke atas," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers daring, Senin (3/4).

Hal itu menunjukkan bahwa penyaluran kredit berjalan efektif dan dapat mencapai target sebesar 10 sampai 12 persen secara tahunan sepanjang 2023. Loan to Deposit Ratio (LDR) yang pada Februari 2023 tercatat sebesar 79,8 persen menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki peluang untuk meningkatkan pinjaman.

Peluang ini juga ditopang oleh kecukupan modal perbankan yang masih baik sebagaimana tampak dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,10 persen atau naik dari 25,88 persen di Januari 2023.

"Melihat kondisi di perbankan kita dan rasio-rasio tersebut, sebetulnya rencana capai target yg telah ditetapkan pada 2023 akan dapat terus dijalankan dengan konsisten," katanya.

Secara keseluruhan, Mahendra mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga dengan jasa intermediasi lembaga keuangan yang meningkat serta permodalan dan likuiditas yang masih memadai.

"Kondisi tersebut menjadi modalitas penting dalam hadapi dinamika global. Maret 2023, laju pengetatan kebijakan moneter yang cepat mulai menekan stabilitas sektor keuangan global dengan bergejolaknya sistem perbankan global akibat penutupan beberapa bank di AS dan Eropa," katanya.

Dia mengapresiasi otoritas keuangan di AS dan Eropa yang telah bertindak cepat untuk mencegah dampak rambatan dari penutupan perbankan.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Di sisi lain kinerja pertumbuhan ekonomi global di 2023 secara umum masih resilien sebagaimana ditunjukkan oleh pasar tenaga kerja AS yang masih solid dan tekanan inflasi yang mereda, meski masih berada di tingkat tinggi," katanya.

Fungsi Intermediasi

Pada kesempatan sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut kredit perbankan tumbuh 10,64 persen secara tahunan pada Februari 2023 menjadi 6.375,3 triliun rupiah.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2023 yang sebesar 10,53 persen secara tahunan ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi sebesar 13,01 persen secara tahunan.

"Secara month to month nominal kredit perbankan Februari 2023 meningkat 1,02 persen atau naik 64,44 triliun rupiah," kata Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.