Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Hangatkan Kembali Makanan Bersantan, Ini Penjelasannya

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 14:09 WIB | Oleh:
Jangan Hangatkan Kembali Makanan Bersantan, Ini Penjelasannya Doc: Antara
Ket. Ilustrasi makanan bersantan

Tak jarang sebagian masyarakat yang menghangatkan kembali makanan untuk dikonsumsi di lain waktu salah satunya makanan yang bersantan. Nyatanya, makanan yang bersantan tak boleh dihangatkan kembali karena memiliki risiko buruk terhadap kesehatan.

"Makanan bersantan itu mengandung lemak tinggi, nah prinsip lemak kalau dia semakin mencapai titik didih, semakin lama dia diproses, makin dia menimbulkan rasa nikmat dan gurih," kata Pakar Nutrisi, Widya Fadila, dikutip dari Antara, Jumat (31/3).

"Namun tidak disarankan untuk dipanaskan kembali," tambah pakar lulusan Universitas Indonesia itu.

Widya menjelaskan, meski mengandung lemak tinggi, makanan olahan santan tetap memiliki nutrisi baik seperti vitamin, mineral, dan zat besi. Namun, jika dihangatkan kembali bahkan secara berulang, nutrisi-nutrisi baik yang dimiliki makanan bersantan akan rusak serta menambah jumlah kandungan lemak jahat di dalamnya.

Sehingga, jika makanan bersantan dihangatkan dan dikonsumsi secara berkala akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, pada pencernaan salah satunya.

"Nah ini biasanya mengakibatkan sakit perut, perut kembung, gerd, dan lain sebagainya," ujar Widya.

Selain makanan bersantan, sayur seperti bayam dan jenis sayuran hijau lainnya juga tak boleh dihangatkan kembali. Sebab, sayuran hijau yang dihangatkan kembali sangat rentan untuk kehilangan nutrisi.

Meski tetap tidak dianjurkan, setidaknya nutrisi yang hilang dan jumlah lemak jahat yang bertambah dapat diminimalisir. Widya menyarankan untuk menghangatkan kembali olahan bersantan dengan menggunakan microwave. Sebelum menghangatkan kembali, ia juga menganjurkan untuk menyimpan makanan pada wadah tertutup minim udara.

"Ketika kita memanaskan dengan kompor, itu kadang tidak merata panasnya, kalau microwave panasnya biasanya stabil dan lebih baik juga pada proses pembunuhan bakteri," tutur Widya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.