Mutu Pangan Selama Ramadan Dipantau Ketat
Selasa, 28 Mar 2023, 08:26 WIBJAKARTA - Pelaku bisnis ritel di Indonesia menjamin keamanan pangan selama periode Ramadan tahun ini. Mereka berkomitmen untuk mendukung langkah pemerintah menyediakan pangan sesuai standar di pasaran.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey mengatakan para pelaku bisnis ritel modern mendukung semangat yang saat sedang dibangun pemerintah dalam menjaga keamanan pangan.
"Karena sangat penting seperti yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional, masyarakat harus mendapatkan pangan yang bermutu, memenuhi standar, memiliki perizinan yang jelas, memiliki dasar izin edar yang sangat jelas. Karena ketika kita berbicara pangan kita harus detail," ujarnya selepas bersama Kepala Bapanas melakukan pengecekan pemenuhan persyaratan keamanan pangan di Depok, Jawa Barat, Senin (27/3).
Ke depannya, dia mengatakan para pengusaha ritel di seluruh Indonesia akan terus mendukung penerapan standar keamanan pangan yang diamanatkan Pemerintah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, mengimbau produsen dan pelaku usaha menerapkan good practices dan sanitasi higienis dari hulu hingga penyimpanan dan pemajangan, untuk menghindari kontaminasi.
"Masyarakat agar memilih pangan yang aman yang dikenali dari izin edar dan label produk dalam kemasan, serta serta menyimpan produk sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan, sehingga tetap terjamin mutu produk dan aman untuk dikonsumsi," imbaunya.
Memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri, Bapanas terangnya gencarkan pengecekan pemenuhan persyaratan keamanan pangan. Hal tersebut guna memastikan pangan segar yang dikonsumsi masyarakat aman dan terhindar dari kandungan residu yang melebihi ambang batas.
Arief menegaskan, melalui upaya ini NFA berkomitmen untuk memastikan keamanan pangan segar yang dikonsumsi masyarakat. Hal ini sesuai arahan Presiden yang menekankan pentingnya keamanan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Karena ini sangat penting sekali menyangkut keselamatan dan Kesehatan konsumen. Untuk itu, kita lakukan secara detail dan satu-persatu. Saya sudah sampaikan agar sample yang terindikasi memiliki kandungan residu di atas ambang batas untuk diuji lebih lanjut di laboratorium yang terakreditasi serta ditelusuri sumber pasokannya," tegasnya.
Pengawasan Rutin
Saat ini, lanjutnya, sebelas provinsi telah melaksanakan pengawasan keamanan pangan segar secara rutin dan provinsi lain akan mengikuti. "Untuk kegiatan pengetesan cemaran residu pestisida dan formalin serta pemenuhan persyaratan label kemasan pangan segar yang langsung dilakukan NFA sedikitnya telah dilaksanakan di 7 lokasi peredaran, yaitu Pasar Kramat Jati, Pasar Mayestik, Pasar Anyar Bogor, Pasar Induk Krauk Banten, Pasar Induk Gede Bage Bandung, dan Lottemart dan Hypermart di Bandung.
Adapun hari ini NFA kembali melakukan satu tugasnya untuk menjaga keamanan dan mutu pangan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
The Spine: Ambisi Mesir Membangun Kota Masa Depan
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Cedera Paha, Mbappe Diragukan Tampil di El Clasico
-
Gubernur Babel Perluas Tanam Padi Jaksa Mandiri Pangan
-
Panglima TNI Hadiri Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi, Pelantikan Anggota Ombudsman RI dan Pelantikan Duta Besar RI.
-
Tegas! Kepala Bapanas Ingatkan: Jangan Ada yang "Bermain-main" di Rantai Distribusi Pangan
-
Rano Hadiri Peluncuran Batik Betawi Sukapura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.