Mengenal SOLER, Postur Tubuh Terbaik Ketika Interview Kerja
📅 Senin, 27 Mar 2023, 14:03 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Freepik/DC Studio
Interview atau wawancara merupakan tahapan yang krusial dalam proses rekrutmen. Melalui wawancara kerja, pihak perusahaan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kandidat secara lebih lengkap dan mendalam.
Namun perlu diingat bahwa selama proses wawancara, perusahaan tak hanya akan mengevaluasi kemampuan komunikasi dan analisa kandidat, tapi juga sikap atau kepribadian mereka.
Atas dasar itu, penting untuk memenuhi etika wawancara kerja. Selama wawancara, penting untuk mengingat hal-hal seperti bahasa tubuh dan apa yang ingin Anda katakan. Untuk menunjukkan etika yang baik selama wawancara, Anda dapat mempraktikan SOLER, sebuah teknik mendengarkan non-verbal yang banyak digunakan dalam komunikasi profesional.
Menurut Gerald Egan, seorang Profesor Emeritus di Loyola University of Chicago, SOLER merupakan akronim yang disusun untuk membantu membangun semua komponen dalam komunikasi dengan orang lain, termasuk wawancara kerja.
SOLER sendiri terdiri dari lima komponen dasar komunikasi non-verbal yang dipercaya dapat meningkatkan proses mendengarkan. SOLER penting dalam wawancara kerja karena dapat membantu pelamar kerja untuk menciptakan kesan yang positif kepada pewawancara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan mengikuti prinsip SOLER, pelamar kerja dapat menunjukkan komunikasi yang efektif dan menunjukkan bahwa mereka siap dan mampu untuk bekerja dalam lingkungan kerja yang profesional. Selain itu, SOLER juga membantu pelamar kerja untuk meningkatkan kepercayaan diri dan meminimalkan ketegangan saat wawancara.
Prinsip SOLER juga dapat membantu pewawancara untuk lebih memahami dan menilai kualifikasi dan kemampuan pelamar kerja secara objektif, karena prinsip ini dapat memudahkan komunikasi dan memungkinkan pewawancara untuk mendapatkan informasi yang relevan dan akurat.
Berikut penjelasan mengenai SOLER yang bisa Anda praktikan ketika menjalani proses wawancara kerja:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. S untuk Square
S adalah singkatan dari "face the interviewer Squarely" yang artinya hadapi pewawancara dengan duduk tepat di seberangnya. Postur ini akan meningkatkan kontak mata dan membuat Anda tampil lebih profesional di hadapan pewawancara.
2. O untuk Open Posture
Ketika menjalani wawancara, penting untuk tidak berlaku defensif. Untuk mencapai hal ini, jangan silangkan lengan atau kaki Anda karena dapat menunjukkan bahwa Anda tidak merasa terlibat dengan orang tersebut. Duduk di kursi dengan tangan disilangkan di dada juga bisa menjadi menimbulkan penghalang non-verbal. Hindari juga melipat tangan di pangkuan, karena ini menunjukkan rasa malu atau kurang percaya diri.
3. L untuk Lean
Selama wawancara, sebaiknya sedikit condongkan tubuh Anda ke depan. Postur ini bisa menunjukkan minat atau antusiasme Anda terhadap perusahaan. Saat Anda mencondongkan tubuh ke depan, Anda juga memproyeksikan rasa pengertian. Sebaliknya, mencondongkan tubuh ke belakang atau bersandar pada kursi justru dapat mengirimkan sinyal bahwa Anda tidak tertarik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!