FAO: Perlindungan Hutan Global Perlu Menjadi Prioritas

Kamis, 23 Mar 2023, 00:01 WIB

ROMA - Untuk memastikan kesehatan lingkungan dan masyarakat yang sehat maka perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan kawasan hutan dunia perlu menjadi prioritas utama mengingat kontribusi penting mereka terhadap mata pencaharian, nutrisi, keanekaragaman hayati, dan mengatasi dampak krisis iklim.

"Perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan kawasan hutan dunia perlu menjadi prioritas utama mengingat kontribusi penting mereka terhadap mata pencaharian, nutrisi, keanekaragaman hayati dan mengatasi dampak krisis iklim," kata Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization (FAO), Qu Dongy, di Roma, Selasa (21/3).

Ket. Foto: Dirjen FAO, Qu Dongyu — Sumber: ANTARA/FAO.ORG

Peran hutan dalam pembangunan berkelanjutan menjadi agenda utama pada acara hari hutan internasional yang diselenggarakan oleh FAO di Roma, Selasa (21/3).

Seperti dikutip dari Antara, Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, menyerukan memperkuat kerja sama internasional yang lebih besar untuk melindungi hutan dunia.

"Kita perlu meningkatkan dan mempercepat aksi, sekarang dan bersama-sama," kata Qu, mantan Wakil Menteri Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok.

"Kita membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah, organisasi internasional, sektor publik dan swasta, masyarakat sipil, akademisi, dan kita masing-masing secara individu. Kita perlu meningkatkan restorasi hutan melalui pengelolaan hutan lestari yang memberikan manfaat bagi manusia dan planet ini," ujar Qu.

Menurut data FAO, hampir satu miliar orang secara global bergantung pada hutan sebagai sumber pangan dan gizi.

Penyangga Penting

Hutan merupakan penyangga penting terhadap peristiwa cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim, sekaligus menyerap gas rumah kaca. Selain itu, keanekaragaman hayati di hutan membantu mengembangkan penyembuhan penyakit.

Secara terpisah, Dosen Ahli Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Setyarso, mengatakan kelestarian hutan dapat terwujud lewat tata kelola manajemen kehutanan yang terhantar dengan baik hingga ke tingkat tapak melalui sinergi dan koordinasi yang terukur.

"Lestari adalah jika pertumbuhan hutan mampu terus-menerus menyediakan manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial. Sedangkan berkelanjutan memiliki makna jika dari manfaat yang diambil mampu untuk menyelenggarakan dan membiayai pembangunan pada periode berikutnya," kata Agus dalam diskusi media memperingati hari hutan internasional di Jakarta.

Agus menjelaskan tata kelola kehutanan, meliputi tata kebijakan, tata instrumentasi pelaksanaan kebijakan, tata pengaturan sumber daya yang berkenaan dengan kepentingan publik dan barang publik, tata-peran para pihak, serta tata distribusi manfaat privat yang diperankan oleh pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, dan masyarakat dalam arti luas, termasuk masyarakat internasional.

"Kehutanan adalah ranah bermain bagi semua orang ibarat pemain sepak bola yang masuk ke sebuah lapangan dengan membawa bola sendiri-sendiri. Setiap pihak pasti memiliki kepentingan," ungkapnya.

Area permainan tersebut, kata Agus, meliputi eco-regions, ekosistem, lanskap hutan, kawasan hutan menurut fungsi (konservasi, lindung, produksi), kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi, dan area penggunaan lain (APL).

"Jenis permainannya meliputi sektor ekonomi, ekologi, sosial, dan hukum. Lalu, bagaimana menjaga permainan yang sportif dan cantik? Jawabannya adalah melalui sinergi dan koordinasi," paparnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.