Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyelundupan Puluhan Ribu Obat Terlarang Berhasil Digagalkan Polda Kalsel

📅 Senin, 20 Mar 2023, 20:06 WIB | Oleh:
Penyelundupan Puluhan Ribu Obat Terlarang Berhasil Digagalkan Polda Kalsel Doc: ANTARA/Firman
Ket. Barang bukti puluhan ribu obat terlarang disita Ditresnarkoba Polda Kalsel.

BANJARMASIN - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan menggagalkan penyelundupan puluhan ribu obat terlarang yang dikirim melalui paket pada jasa ekspedisi di Banjarmasin, Kamis (16/3).

"Total barang bukti obat disita10.392butir pil warna kuning bertuliskan DMP jenis dekstrometorfan," kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Jupri Tampubolon di Banjarmasin, Senin.

Polisimeringkus pemesan barang terlarang berinisial MA (40) warga Jalan Kelayan A, Kota Banjarmasin.

Hasil keterangan tersangka, obat dipesan dari Pulau Jawa dan rencananya diedarkan di Banjarmasin yang biasanya disalahgunakan pemakainya seperti narkoba.

Jupri menjelaskan obat dekstrometorfan adalah obat yang masuk dalam kategori narkotika golongan III, yaitu obat atau zat yang banyak digunakan dalam terapi karena memang fungsinya sebagai obat batuk namun kerap disalahgunakan hingga berakibat ketergantungan.

Dengan demikian penyalahgunaan obat dekstrometorfan sama saja telah melakukan penyalahgunaan narkotika golongan III berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada Pasal 122 ancaman pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama tujuh tahun dan pidana denda paling banyak Rp3 miliar.

Selain jenis obat dekstrometorfan, Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel mengungkap peredaran obat mengandung karisoprodol atau dipasarkan dengan nama somadril atau PCC.

Sebanyak 513 butir obat disita dari pelaku wanita berinisial MS (50) warga Kelayan Timur, Banjarmasin yang ditangkap pada Jumat (17/3).

Jupri menyebutkan tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Hukum Kesehatan.

"Efek samping karisoprodol sering disalahgunakan seperti penggunaan narkoba, makanya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak 2013 telah mencabut izin edar obat yang mengandung karisoprodol," katanyamewakili Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Tri Wahyudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.