Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Regulasi di Bank Harus Ditinjau Kembali

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Beruntung, kata Eisha, bank- bank di Indonesia belum banyak membiayai startup atau perusahaan rintisan di bidang teknologi, meskipun memang sudah ada gejala ke arah sana.

Belajar dari kasus SVB, setidaknya mengingatkan pentingnya mendalami kelayakan pembiayaan ke bisnis itu. "Kita harus waspada terhadap perusahaan dengan aset dan harga saham yang meroket pesat, tetapi kemudian anjlok drastis," tegasnya.

Selain itu juga memberi pelajaran berharga bagi regulator moneter di semua negara khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia. "Suku bunga yang terlampau cepat naiknya akan menimbulkan sistemik risk pada financial system di negara tersebut," kata Eisha dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat, (17/3) malam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

47 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.