Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Regulasi di Bank Harus Ditinjau Kembali

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Regulasi di Bank Harus Ditinjau Kembali Doc: PATRICK T FALLON/AFP
Ket. FIRST REPUBLIC BANK DAPAT SUNTIKAN DANA DARI BANK BESAR AS I Nasabah keluar dari kantor cabang First Republic Bank di Manhattan Beach, California, AS, belum lama ini. First Republic Bank menghadapi krisis kepercayaan dari investor dan pelanggan, namun akan menerima bantuan sebesar 30 miliar dolar AS dari 11 bank besar di Amerika Serikat. Bank-bank besar tersebut termasuk JPMorgan Chase, Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, dan Truist.

JAKARTA - Kolapsnya bank pemberi pinjaman Amerika Serikat (AS), Silicon Valley Bank (SVB), baru-baru ini, sekali lagi menyoroti pentingnya regulasi perbankan dalam hal pengurangan risiko.

Pakar keuangan yang juga pendiri CDAM, perusahaan manajemen investasi di London, Scott Davies, mengatakan implikasi dari krisis SVB terhadap sistem keuangan adalah regulasi kemungkinan akan ditinjau ulang.

SVB ditutup oleh regulator AS pada Jumat (10/3), pekan lalu, setelah bank pemberi pinjaman yang berfokus pada sektor teknologi itu melaporkan kerugian besar dari penjualan sekuritas, yang memicu penarikan simpanan di bank tersebut. Ini merupakan kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah AS.

Davies, yang juga menjabat sebagai Chief Investment Officer CDAM, mengatakan bahwa beberapa tahun lalu undang-undang AS menaikkan ambang batas untuk pemantauan bank. "Namun, deregulasi dan berkurangnya pelaporan yang mengikutinya kemungkinan telah meningkatkan risiko krisis perbankan seperti ini," ungkapnya.

Menurut sebuah laporan Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, pada 2018, menandatangani sebuah undang-undang yang membebaskan beberapa bank dengan skala seperti SVB dari kebijakan yang lebih ketat pascakrisis keuangan tahun 2008.

Di bawah aturan lama tersebut, bank-bank dengan aset sedikitnya 50 miliar dollar AS (1 dolar AS = Rp15.418) diwajibkan untuk melakukan stress test Federal Reserve tahunan, guna mempertahankan tingkat modal tertentu (agar dapat menyerap kerugian) dan likuiditas (agar dapat dengan cepat memenuhi kewajiban tunai).

Selain itu juga mengajukan rencana "surat wasiat" (living will) untuk pembubaran bank-bank tersebut secara cepat dan tertib jika mengalami kegagalan.

SVB, jelas Davies, seharusnya sudah dipantau sejak lama sehingga kesalahan pengelolaan akan dihentikan sejak lama, andai ambang batas tetap pada 50 miliar dollar AS.

Berbicara tentang akar penyebab kolapsnya SVB, Davies berpendapat bahwa pihak manajemen bank tersebut harus menanggung porsi kesalahan paling besar, disusul oleh perubahan regulasi dan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

"Insiden itu akan menimbulkan pertanyaan bagi Federal Reserve tentang apakah akan terus menaikkan suku bunga," kata Davies.

Meminimalkan Risiko

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJT), Aloysius Gunadi Brata, sepakat bahwa kolapsnya SVB kembali menegaskan urgensi mengevaluasi regulasi perbankan agar lebih ketat sehingga bisa memitigasi risiko.

Pelunakan regulasi terhadap sektor perbankan terbukti membawa akibat buruk, selain juga sebagai akibat dari kenaikan suku bunga yang terus-menerus membuat kinerja keuangan SVB memburuk. Keadaan ini juga memperkuat banyak kekhawatiran yang sebelumnya telah muncul soal risiko-risiko investasi di bisnis startup yang terlalu cepat menggelembung.

Sementara itu, peneliti ekonomi Indef, Eisha Maghfiruha Rachbini, menyampaikan secara keuangan bank-bank di Indonesia memiliki keuangan yang baik. Namun demikian, krisis harus dihindari sebab tidak gampang mengelola stabilitas sistem keuangan, apalagi jika mengalami krisis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.